Tips Pecahkan Urusan Administrasi Kampus ala Rektor UM Bulukumba dan Dicky SEVIMA

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 4 November 2022 | 09:50 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba dan Dicky Pradana dari SEVIMA berbagi tips memecahkan uUrusan administrasi kampus.  (Sevima)
Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba dan Dicky Pradana dari SEVIMA berbagi tips memecahkan uUrusan administrasi kampus. (Sevima)

TINEMU.COM - Kampus memiliki tugas besar untuk mendidik, meneliti, serta mengabdi kepada masyarakat. Sayangnya, tiga tugas besar yang biasa dijuluki sebagai Tridharma Perguruan Tinggi ini kerap terbengkelai karena kampus disibukkan urusan administrasi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), Jumase Basra menuturkan setidaknya ada empat persoalan administrasi yang kerap dihadapi kampus. Mulai dari input data secara manual yang rawan salah dan duplikat karena kesalahan manusia, banyaknya aplikasi, rumitnya alur administrasi, hingga sulitnya mengolah data.

“Padahal, era digital menuntut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi,” tutur Jumase dalam Seminar Hybrid di UM Bulukumba bersama Komunitas SEVIMA pada Kamis, 3 November 2022.

Baca Juga: DJI Mavic 3 Classic, Drone dengan Kamera Terbaik dan Performa Terbang Tak Tertandingi

“Kami ingin mendapatkan solusi dari permasalahan ini, sehingga kedepan Universitas Muhammadiyah Bulukumba dan kampus di seluruh indonesia jadi salah satu perguruan tinggi yang aman datanya, dan bisa berfokus dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Jumase Basra didampingi Pengembang Aplikasi SEVIMA Dicky Pradana berbagi tips untuk memecahkan urusan administrasi kampus.

1. Integrasikan Sistem

Teknologi membuat banyak hal dapat dikerjakan secara sekaligus. Jumase melihat melalui sistem akademik yang terintegrasi, banyaknya urusan administrasi dapat terpecahkan.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Tinggal 3 Negara Belum Konfirmasi Hadir di KTT G20

Sebagai tips pertama, Jumase mengajak kampus perlu menggunakan sistem akademik terintegrasi. Satu aplikasi yang ketika datanya diketik ke dalam sistem, dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi keuangan, akreditasi, hingga kelulusan mahasiswa. Satu kali klik untuk semua kebutuhan.

“Karena ketika sistem akademik tidak saling terintegrasi, justru akan menghambat pengelolaan perguruan tinggi!,” ungkap Jumase.

2. Kembangkan Aplikasi secara Berkelanjutan

Kerap kali aplikasi dibuat dengan meriah di awal. Namun selanjutnya tidak dirawat, diperbaiki, dan dikembangkan. Dicky Pradana menyebutkan tak sedikit kampus yang terjebak pada kondisi ini.

Baca Juga: Gus Yaqut di G20: Globalisasi Lahirkan Paradoks, Ada Turis dan Gelandangan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X