TINEMU.COM - Kampus memiliki tugas besar untuk mendidik, meneliti, serta mengabdi kepada masyarakat. Sayangnya, tiga tugas besar yang biasa dijuluki sebagai Tridharma Perguruan Tinggi ini kerap terbengkelai karena kampus disibukkan urusan administrasi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), Jumase Basra menuturkan setidaknya ada empat persoalan administrasi yang kerap dihadapi kampus. Mulai dari input data secara manual yang rawan salah dan duplikat karena kesalahan manusia, banyaknya aplikasi, rumitnya alur administrasi, hingga sulitnya mengolah data.
“Padahal, era digital menuntut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi,” tutur Jumase dalam Seminar Hybrid di UM Bulukumba bersama Komunitas SEVIMA pada Kamis, 3 November 2022.
Baca Juga: DJI Mavic 3 Classic, Drone dengan Kamera Terbaik dan Performa Terbang Tak Tertandingi
“Kami ingin mendapatkan solusi dari permasalahan ini, sehingga kedepan Universitas Muhammadiyah Bulukumba dan kampus di seluruh indonesia jadi salah satu perguruan tinggi yang aman datanya, dan bisa berfokus dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut Jumase Basra didampingi Pengembang Aplikasi SEVIMA Dicky Pradana berbagi tips untuk memecahkan urusan administrasi kampus.
1. Integrasikan Sistem
Teknologi membuat banyak hal dapat dikerjakan secara sekaligus. Jumase melihat melalui sistem akademik yang terintegrasi, banyaknya urusan administrasi dapat terpecahkan.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Tinggal 3 Negara Belum Konfirmasi Hadir di KTT G20
Sebagai tips pertama, Jumase mengajak kampus perlu menggunakan sistem akademik terintegrasi. Satu aplikasi yang ketika datanya diketik ke dalam sistem, dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi keuangan, akreditasi, hingga kelulusan mahasiswa. Satu kali klik untuk semua kebutuhan.
“Karena ketika sistem akademik tidak saling terintegrasi, justru akan menghambat pengelolaan perguruan tinggi!,” ungkap Jumase.
2. Kembangkan Aplikasi secara Berkelanjutan
Kerap kali aplikasi dibuat dengan meriah di awal. Namun selanjutnya tidak dirawat, diperbaiki, dan dikembangkan. Dicky Pradana menyebutkan tak sedikit kampus yang terjebak pada kondisi ini.
Baca Juga: Gus Yaqut di G20: Globalisasi Lahirkan Paradoks, Ada Turis dan Gelandangan
Artikel Terkait
Merasa Insecure? Ini Tips untuk Menghadapinya
Tips Sukses Berkarir bagi Mahasiswa Jurusan IT ala CEO SEVIMA
Angkat Tema Digitalisasi Kampus, Inilah Juara Kompetisi Menulis Artikel SEVIMA 2022
Tips Anti Jadi Pengangguran Setelah Lulus Sarjana ala Rektor UNU Yogyakarta
Hadapi Ancaman Resesi 2023, Pakar UGM Bagi Tips Pengelolaan Keuangan