Baca Juga: 12 Januari 1965: Buku dan Beras
“Aku merasa ada hal lebih yang bisa aku kasih ke film ini, selain sebagai salah satu pemeran, sehingga aku pun berinisiatif untuk menawarkan diri sebagai produser. Ini adalah dunia yang tergolong baru. Di sini, aku mendapat banyak ilmu serta pengalaman yang tentunya tidak akan didapatkan saat berada di depan kamera,” kata Iqbaal.
Sementara itu, Prilly Latuconsina menambahkan, ketiga judul film baru yang diumumkan Sinemaku Pictures menjadi bukti komitmen dan keseriusan rumah produksi di dalam industri perfilman. Sekaligus bukti Sinemaku Pictures memiliki kekuatan promosi, marketing dan distribusi yang kuat, serta terus berinovasi dengan menghadirkan keragaman genre dan cerita.
Prilly percaya, Sinemaku Pictures akan menjadi salah satu kunci penting untuk industri perfilman Indonesia di masa depan. “Pencapaian dua film Sinemaku Pictures akan kami jadikan motivasi untuk terus memberikan yang terbaik dan terus naik kelas dari segi kualitas. Pada tahun 2024, Sinemaku Pictures punya genre baru yang akan kami eksplorasi. Sebelumnya kami berfokus pada drama tapi film-film Sinemaku Pictures tahun ini akan lebih kaya akan cerita dan genre. Kami juga memberikan kesempatan untuk sutradara muda perempuan untuk bergabung di Sinemaku Pictures, dan pemain-pemain yang belum pernah bergabung dengan kami sebelumnya,” jelas Prilly.
Baca Juga: Menparekraf Siap Dukung Perkembangan Industri Spa di Bali
Pada tahun ini, Prilly masih akan terlibat di satu judul film dan serial. Namun memang tidak akan sebanyak tahun kemarin. Ia mengatakan, dirinya ingin fokus di belakang layar. Menurutnya, pekerjaan di belakang layar sebagai produser tak semudah kelihatannya sehingga ia harus meluangkan banyak waktu di belakang layar.
Prilly menambahkan, menghadapi tantangan di industri perfilman yang dinamis, ia dan seluruh tim di Sinemaku Pictures akan terus belajar dan berinovasi. Baik dari segi cerita dan strategi marketing.
“Kami juga tidak menutup pintu kolaborasi, karena kami percaya karya akan semakin baik dengan kolaborasi. Salah satu visi kami adalah menjadi menjadi wadah untuk anak muda berkarya. Kami percaya mereka akan memberikan warna yang berbeda untuk Sinemaku Pictures,” pungkas Prilly.**
Artikel Terkait
Film Agak Laen dari Podcast ke Layar Lebar
Film Setengah Hati Angkat Gonjang Ganjing Pemilu
Laura Basuki Jadi Korban KDRT dalam Film Sehidup Semati