Menparekraf: HaKI Harus Jadi Kekuatan Pelaku Ekraf dalam Pengembangan Usaha

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 13 Januari 2024 | 09:24 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam kegiatan Kelana Nusantara di D'Wika Resto, Badung, Bali, Kamis, 11 Januari 2024. (kemenparekraf.go.id)
Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam kegiatan Kelana Nusantara di D'Wika Resto, Badung, Bali, Kamis, 11 Januari 2024. (kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menekankan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) harus menjadi kekuatan utama dalam pengembangan usaha bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Badung, Bali, dan Indonesia pada umumnya.

Menparekraf Sandiaga mengatakan HaKI merupakan peluang bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Badung untuk bisa meningkatkan kualitas produk, daya saing, serta memperluas peluang untuk mengembangkan pasar.

"HaKI perlu disikapi secara serius oleh pelaku ekraf (ekonomi kreatif) di Kabupaten Badung agar produk mereka memiliki perlindungan hukum dan tentunya semakin berkembang," kata Sandiaga Uno dalam kegiatan "Kelana Nusantara" di D'Wika Resto, Badung, Bali pada Kamis, 11 Januari 2024.

Baca Juga: Begini Caranya Mengatur Diet untuk Penderita Sakit Jantung

Presiden dalam gelaran World Conference and Creative Economy (WCCE) 2022 di Bali menyampaikan ekonomi kreatif di Indonesia dan banyak negara lainnya akan menjadi tulang punggung masa depan dan diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif.

Karenanya keberadaan HaKI menjadi hal penting karena tidak hanya sebagai alat perlindungan dari barang dan jasa yang diproduksi, tapi juga untuk optimalisasi bisnis UMKM dan industri kreatif.

Terlebih melalui Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 24 Tahun 2022, pelaku ekonomi kreatif dimungkinkan mengajukan hak kekayaan intelektual sebagai objek pembiayaan.

Baca Juga: Penderita Sakit Jantung Berolahraga? Emang Boleh?

"Karena sekarang hak atas kekayaan intelektual dan sertifikasi halal menjadi sebuah peluang untuk para UMKM untuk naik kelas," kata Menparekraf Sandiaga.

Program "Kelana Nusantara" ini pun menjadi sarana yang disiapkan Kemenparekraf/Baparekraf bagi pelaku usaha untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

Pelaku UMKM juga dapat membangun jejaring yang lebih kuat antara sesama pelaku ekonomi kreatif, pemerintah kota, dan pemerintah pusat.

Baca Juga: Single Echo Flow Kisahkan Hubungan Cinta yang Manipulatif

"Kegiatan Kelana Nusantara ini hadir di Badung agar kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha bisa langsung diatasi dengan konsep kolaborasi," ujar Sandiaga.

Terkait aktivitas wisatawan yang saat ini lebih banyak terpusat di daerah Badung bagian selatan, Menparekraf mendorong agar pelaku usaha mengembangkan usaha di daerah Badung lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X