Menuju panggung dunia, Sophie melakukan persiapan secara intensif mulai dari pelatihan public speaking, catwalk, dan sesi diskusi. Selain itu, Sophie juga melakukan persiapan fisik dan menjaga pola makan untuk mendukung kesehatan fisiknya.
“Saya juga memperkuat pemahaman advokasi pelestarian mangrove dan kesetaraan gender melalui Rising Girls sambil mendalami budaya Indonesia seperti Wayang Srikandi, kain tradisional, dan filosofi lokal untuk memperkenalkan identitas bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga: MANIPOL Usung Spirit Rock 1990-an dalam Single 'Agitasi'
Melalui ajang ini, ia dapat mempromosikan kehebatan, keindahan, dan keunikan Indonesia di tingkat internasional. Perjuangannya membuahkan hasil setelah ia melakukan audiensi dengan Duta Besar Indonesia untuk Jepang untuk melakukan promosi budaya dan potensi alam Indonesia hingga meraih pencapaian baru di puncak malam grand final.
Pondasi Kesuksesan
Sebagai wakil indonesia di Miss International 2024 ia menghadapi perjalanan penuh tantangan dan pembelajaran. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah beradaptasi dengan lingkungan baru dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai budaya.
Tekanan mental dan emosional yang tinggi membuat Sophie belajar mengelola emosi melalui meditasi dan beribadah. Menurutnya, dukungan spiritual sangat membantu dirinya merasa lebih kuat dan tenang menghadapi kompetisi. Kunci lain keberhasilannya adalah dengan fokus pada proses dan tujuan.
Baca Juga: Setelah Vakum Dua Tahun, Ini Dia Single Terbaru Alma Margana
“Saya selalu mempersiapkan diri untuk berbesar hati menerima segala kemungkinan, namun namun sama sekali saya tidak pernah membayangkan diri saya akan menerima kekalahan,” ujarnya.
Manajemen waktu yang efektif menjadi bagian penting dari persiapannya. Dengan metode time blocking, Sophie berupaya menyeimbangkan tanggung jawab sebagai Puteri Indonesia Lingkungan dan latihan intensif menuju Miss International 2024.
Nilai-nilai yang diajarkan di FEB UGM seperti integritas, kolaborasi, inovasi, dan tanggung jawab sosial yang diperoleh selama kuliah menjadi pedoman dalam menghadapi kompetisi internasional. Nilai integritas yang diajarkan oleh para dosen di kampus memberikan keyakinan bagi Sophie untuk tampil percaya diri di hadapan audiens global.
Baca Juga: Kemenekraf Kenalkan Logo Baru Ekraf Saat Peluncuran 3 IP Baru di Mandalika
Pengalaman bekerja dalam tim selama kuliah, baik dalam kepanitiaan maupun proyek tugas, kolaborasi yang dipelajari di kampus sangat berguna saat mempersiapkan diri dan berkompetisi di ajang internasional.
Selain itu, Sophie merasa nilai inovasi mendorongnya untuk berpikir kreatif, terutama dalam menyampaikan isu-isu seperti pelestarian lingkungan dan kesetaraan gender.
Tak kalah penting, nilai tanggung jawab sosial dari FEB UGM membentuk kesadaran Sophie untuk berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Nilai ini menjadi inti dari advokasinya selama kompetisi, yang mengangkat isu-isu keberlanjutan dan pemberdayaan perempuan.
Artikel Terkait
Permata Hijau Suites Resmi Menjadi 'Official Apartement' Miss Beauty Pageant Internasional
Marcheline, Wisudawan Terbaik FEB UGM Raih Karir di Big 4 Company Sebelum Lulus
Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang, Anindya Lulus Cumlaude di FEB UGM
Kisah Inspiratif Tatsbita Ratqa Amany, Mahasiswa FEB UGM Bangun Bisnis Workshop Kreatif
FEB UGM Siapkan Sarapan Gratis Bagi Mahasiswa Saat Ujian Akhir Semester