TINEMU.COM- Penyanyi, penulis lagu, dan produser musik Arash Buana merilis single Tavoryn yang masih menjadi bagian dari album keduanya, Life Update. Arash yang berhasil menjadi nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards kategori Artis Solo Alternatif Terbaik 2024 atas karyanya Take Me Home, muncul pertama kali di dunia musik Indonesia saat usianya 17 tahun.
Arash mencetak hits dekade 2020-an lewat If U Could See Me Cryin' in My Room. Karyanya perlahan menjadi perhatian arus utama lewat lagu Say You're Done With Me, I'll Be Friends With You (Phone Recorded), dan Stars. Album perdananya, Logic Mess, pada tahun 2022, dia (kala itu masih berusia 19 tahun) menerima rekognisi unik sebagai satu dari sedikit sekali musisi Indonesia usia remaja yang berhasil diliput oleh media internasional bergengsi The Jakarta Post. Album Logic Mess pun kemudian berhasil menelurkan hits lainnya yaitu We'll Be Okay, For Today.
Memasuki tahun 2024, setelah karyanya Take Me Home mendulang nominasi AMI Awards pertamanya, beberapa bulan kemudian, Arash merilis album panjang keduanya bertajuk Life Update lewat tangan produser Farrel Cahyono, Rendy Pandugo, Will Mara, dan Petra Sihombing. Arash Buana kini berkarya di bawah naungan label musik Friends Records.
Baca Juga: Yovie dan Nuno Awali Valentine dengan Rilis 'Bunga Jiwaku'
Tentang single Tavoryn menjadi bentuk ungkapan duka Arash Buana terhadap sebuah perpisahan masa lalu. Lagu ini memiliki kesan yang cukup berbeda, jika dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya di dalam album Life Update. Lagu ini memancarkan nuansa yang lebih minimalis, nyaris hening, namun lebih mengoyak emosi daripada karya-karya Arash Buana sebelumnya.
"Tavoryn adalah mantan pertama aku. Aku enggak bisa mengungkapkan nama aslinya, tapi Tavoryn adalah nama social media handle dia. Alasan mengapa aku mengemas lagu ini dengan kemasan produksi musik yang lebih minimalis adalah karena aku ingin memberikan ruang yang lebih untuk perasaan aku terhadap Tavoryn," papar Arash.
Faktor 'perasaan' juga menjadi alasan mengapa, khusus untuk karya musik yang satu ini, Arash Buana memutuskan untuk menyuguhkan gaya pelirikan yang lebih menukik langsung, bebas dari makna ganda."Sebelum aku menulis lagu ini, kebetulan hubungan romansa yang aku jalin pada saat itu baru saja usai. Tapi, entah kenapa, ketika aku memutuskan untuk merenung, apa yang terbersik di kepala aku malah ketika aku berpisah dari Tavoryn -- padahal perpisahan itu sudah terjadi sekitar empat tahun yang lalu. Entah kenapa, aku selalu refleks membandingkan setiap perpisahan aku dengan perpisahan *pertama* aku tersebut," jelas Arash.
Baca Juga: Persembahan Sisca Saras Untuk Kamu yang Galau dan Putus Cinta
Pada akhirnya, tak ada seorang pun yang bisa menyambut hari esok tanpa sebelumnya memahami apa yang sesungguhnya terjadi pada hari lampau."Ketika aku memutuskan untuk menggali lebih dalam kenangan masa lalu tersebut, aku menyadari bahwa mungkin ada semacam 'urusan' yang belum selesai antara aku dan Tavoryn. Mungkin ada sesuatu yang seharusnya aku sampaikan kepada Tavoryn empat tahun yang lalu, tapi belum kesampaian," lanjut Arash Buana.
Dari segi musikalitas, Tavoryn turut mewakili identitas Arash Buana sebagai seorang penulis lagu. Terlebih Arash berkeras meracik karyanya berakar pada realita dan bukan khayalan. Kejujuran yang nyaris radikal ini telah menjadi kekuatan terbesar Arash Buana, dan Tavoryn menjadi contohnya.
"Aku rasa realisme dalam penulisan laguku, termasuk untuk lagu Tavoryn, disebabkan oleh fakta bahwa aku menjajaki profesi sebagai seorang penulis lagu sedari usia yang sangat dini. Aku melihat karya aku sebagai semacam 'titik introspeksi' hidup aku -- dalam artian, menulis lagu adalah cara aku mendokumentasikan dan membedah apa yang hidup ini telah berikan padaku sejauh ini. Dan, entah kenapa, semakin spesifik dan personal 'titik introspeksi' tersebut, semakin relatable musikalitas aku di mata dan telinga para pendengar karyaku," katanya.
Artikel Selanjutnya
Dari Erwin Gutawa Orchestra, Ariel, Coldiac, Dere sampai Kla Project Bakal Seru-Seruan di IIMS Infinite Live 2025!
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Dari Erwin Gutawa Orchestra, Ariel, Coldiac, Dere sampai Kla Project Bakal Seru-Seruan di IIMS Infinite Live 2025!
Vina Panduwinata Rilis Album Tribute Bersama Restoran Richeese Factory
Kolaborasi Dipha Barus dan Jinan Laetitia, Gabungkan Spiritualitas dan Alam
Jelang Valentine, Koil Bikin Pentas 'Koil Mendongeng Part 1'