Selain itu, isu femisida yang merujuk pada pembunuhan perempuan karena gender mereka dijadikan sorotan utama, menggambarkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi perempuan di berbagai belahan dunia. Tak kalah penting, Sister Murder juga mengangkat isu perang Palestina yang berkepanjangan, yang tidak hanya berdampak pada kehidupan laki-laki, tetapi juga secara signifikan mempengaruhi perempuan dan anak-anak.
"Perlu diingat bahwa lagu kami tidak hanya ditujukan untuk perempuan, dan kami tidak bermaksud menyalahkan para pria. Jadi, jangan terlalu sensitif, ya!” ujar Siska Ade, vokalis.
Mereka turut mengajak pendengar untuk merasakan kedalaman lirik yang dibalut irama keras, menggambarkan kegelapan kesakitan, pikiran tak terkendali, dan luapan emosi akibat amarah dan keputusasaan. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh perempuan, tetapi juga laki-laki. Dalam album ini, terdapat satu lagu yang menceritakan tentang kebangkitan dan perjuangan melawan kondisi tersebut, serta menciptakan hal-hal yang lebih positif.
Baca Juga: Ki Slamet Raharjo: Rambut Saya Sudah Hitam, Mari Kita Perang!
Debut album Ressurecting The Wounded Pshyce merupakan bagian dari proses rekaman musik terbaru Sister Murder di Virtuoso Music Studio, Malang. Proses tersebut dikerjakan oleh Laga dari Underflagpole, sementara sesi mixing dan mastering dieksekusi oleh Cambel Benjamin dan Herman dari Grind Ears, Banyu Mili Music Studio.Album tersebut turut memuat 7 track yang menggabungkan Slamming riff dan Death Metal yang lebih easy listening dan berbeda seperti band Death Metal pada umumnya.
“Kami memasukkan unsur-unsur yang lebih manis, dengan sedikit menggunakan nada-nada melodis yang terpengaruh dari band-band besar seperti Death, In Flames, namun dipertegas dengan slamming riff dari Analepsy, Malevolent Creation, Abominable Putridity,” ujar Sister Murder.
Selain itu, mereka juga turut mengumumkan agenda tur mendatang di tahun 2025 sekaligus sebagai ajang promosi album Ressurecting The Wounded Pshyce rangkaian tur tersebut digelar mulai bulan april. Agenda tur sekaligus show akan digelar di beberapa titik seperti Jawa, Bali, Lombok, Malaysia dan mungkin ke titik bagian Australia,” ujar Levita Damaika, gitaris.**
Artikel Terkait
Ini Dia Kolaborasi Mitty Zasia dan Fanny Soegi
Ini Dia Album Solo Gitaris Drive, Bhusdeq!
Ini Dia Single Perdana Elsa Japasal yang Penuh Emosional!
Rickyeck Rilis Single Tentang Cinta yang Tertinggal