Debut Album Sister Murder Penuh Pesan Kuat Tentang Perjuangan Perempuan

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Rabu, 16 April 2025 | 22:11 WIB
Artwork Sister Murder debut album  (istimewa)
Artwork Sister Murder debut album (istimewa)

TINEMU.COM- Sister Murder resmi merilis debut album bertajuk Ressurecting The Wounded Pshyce dalam format CD dan kaset serta diterbitkan secara mandiri. Rilisan tersebut telah resmi diedarkan secara luas dan bisa dipesan sejak tanggal 8 Maret 2025 melalui laman media sosial Sister Murder. Hal tersebut juga disusul dengan sesi pra-pesan merchandise-nya.

Sister Murder diperkuat oleh Siska (vokal), Levita Damaika (gitar), Chesil (bas) dan The Moon (dram). Secara materi Sister Murder banyak mengadopsi beberapa rentetan band tersohor macam Analepsy, Death, Nile, dan Abominable Putridity dengan kapasitas sound yang mentah selayaknya band Metal/Death Metal/Slamming Death Metal.

Sister Murder
Sister Murder (istimewa)

Debut album Ressurecting The Wounded Pshyce dirilis dan diterbitkan bertepatan dengan momentum perayaan Hari Perempuan Sedunia di tahun 2025, sebuah momen yang sangat bermakna dan simbolis. Album ini tidak hanya sekedar esensial terciptanya kumpulan lagu, tetapi juga merupakan sebuah karya seni yang mencerminkan etos perjalanan emosional dan perjuangan perempuan.

Baca Juga: Mantan Gitaris SORE Rilis Album Bertepatan Acara Record Store Day Indonesia

Terlihat waktu yang cukup lama, sejak mereka memutuskan untuk vakum/jeda dari kiprahnya sebagai musisi, 8 tahun tampak seperti senyap. Hingga tahun 2023 silam, mereka memutuskan untuk kembali dengan darah paling segar, sekaligus terlihat dari propaganda rentetan yang mereka manifestasikan dalam bentuk karya single seperti Aborted Rotten Fetus, Soul Bomber Destruction, dan Human Body Dismemberment.

CD dan kasetnya dirilis secara terbatas berjumlah (200 kopi) untuk CD sedangkan untuk rilisan kaset tersedia hanya (30 kopi) dipatok sebesar Rp.75.000,-. Rilisan tersebut juga di susul dengan beberapa katalog merch edisi album seperti T-shirt, Hoodie dan Long Sleeve.

Dalam album ini, artwork dikerjakan oleh Adi Dechristianize, yang berhasil menerjemahkan semua pesan yang terkandung dalam lirik Sister Murder menjadi sebuah visual yang sangat mendalam. Artwork tersebut menggambarkan tema kehancuran, simbol patriarki, dan sosok prajurit perempuan yang berdiri dengan gagah dan berani. Semua elemen ini secara sempurna menangkap esensi perlawanan yang menjadi inti dari album ini.

Baca Juga: Mulai 10 April 2025, Seluruh Perjalanan Whoosh Dioperasikan oleh SDM Indonesia

Wildan Slam turut berkontribusi dalam merancang logo dan judul album. Untuk proses layouting serta grafis, bekerja sama dengan Long Space Project dan Meigo (Criminal Impact) yang memberikan sentuhan profesional pada karya Sister Murder.

Melalui titel Ressurecting The Wounded Pshyce Sister Murder berupaya untuk mengangkat isu-isu krusial yang berkaitan dengan perempuan dalam konteks sosial dan politik yang kompleks. Karya ini tidak hanya menggambarkan kerentanan mental yang dialami oleh korban kekerasan, tetapi juga menyoroti dampak mendalam dari trauma yang ditimbulkan oleh berbagai bentuk penindasan.

 

Sister Murder, gebrakan metal dari kota Malang
Sister Murder, gebrakan metal dari kota Malang (istimewa)

Sister Murder mencoba mengeksplorasi tema perlawanan terhadap patriarki, yang sering kali menjadi akar dari banyak masalah yang dihadapi perempuan. Dalam narasi ini, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana struktur sosial yang patriarkal dapat merusak jiwa dan identitas perempuan, serta pentingnya membangun solidaritas untuk melawan sistem yang menindas.

Baca Juga: Masuk Dapur Rekaman, Rocker Kasarunk Siapkan Album Baru!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X