Film Meninggalkan Novel

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Rabu, 14 Mei 2025 | 07:32 WIB
Novel Mochtar Lubis Jalan Tak Ada Ujung (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)
Novel Mochtar Lubis Jalan Tak Ada Ujung (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)

Adegan dalam novel dan film sering berbeda. Pada saat berada di studio, novel itu berada dalam tas. Ada keinginan membandingkan garapan film dan imajinasi menghuni novel.

Ia tak membuka halaman-halaman berlepasan saat gelap. Keberadaan novel dalam tas sekadar memberi pengesahan menjadi pembaca dan penonton “sungguh-sungguh”.

Pengharapan lekas batal dan minta diralat. Menit-menit awal menimbulkan ragu mutu film dan “protes” atas penokohan.

Penonton terkejut melihat “revolusi itu berahi”. Di film, adegan berahi memastikan penderitaan Guru Isa dan Fatimah. Penonton dipaksa menerima anggapan kesilaman: revolusi dan berahi.

Di ranjang, kalah dan menang dipertaruhkan saat jalan-jalan di kota menjadi tempat orang-orang menembak, memaki, lari, mati, menangis, dan terluka.

Revolusi pun terjadi di kamar mandi. Penonton melihat para lelaki berjanji memenangkan revolusi biasa bercakap dalam kamar mandi.

Penonton itu makin insaf: film telah meninggalkan novel. Ia pasti gagal menemukan keselarasan cerita antara novel dan film.

Revolusi dalam film sempat dimerdukan dengan biola dan piano. Pada masa lalu, revolusi bernada meski sadar sering terdengar suara tembakan. Revolusi pun sendu.

Guru Isa sulit menjadi pemenang di ranjang. Ia mengalami ketakutan saat revolusi membutuhkan seribu tanda seru.

Rampung menonton film, khawatir ditanggungkan: orang-orang mungkin beranggapan novel gubahan Mochtar Lubis itu berahi ketimbang revolusi.

Penonton pulang agar segera bisa membuka kembali halaman-halaman Jalan Tak Ada Ujung. Ia menduga novel itu sulit laris bila nekat dicetak ulang dengan menampilkan Ariel Tatum di sampul depan.

Novel terbukti “ditinggalkan” saat film Perang Kota diputar di seantero Indonesia. Begitu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X