TINEMU.COM- Setelah sebelumnya sukses menghidupkan kembali harapan orang akan waralaba Predator dengan film Prey (2022) sutradara Dan Trachtenberg kembali meneruskan kisah manusia vs alien pemangsa, kali ini dalam bentuk animasi.
Kalau Prey membawa Predator ke abad ke-18 di tanah suku Indian, Killer of Killers mengambil masa di tiga timeline berbeda dengan masing-masing tokohnya, dimulai dari era Viking, era Samurai/Ninja, dan era Perang Dunia ke-2 menjadi semacam kisah antologi yang di bagian akhir kemudian menyatu.
Seperti biasa sosok Predator digambarkan misterius, terbang ke bumi untuk berburu-yang kali ini berada di tiga zaman. Adegan-adegan pertarungan dibikin dengan animasi yang hebat- brutal dan sadis, tapi enak dilihat. Emosi karakter serta kebrutalan sang Predator tertangkap dengan baik, ditambah adegan pertempuran bak koreografi film-film silat Crouching Tiger Hidden Dragon (2000) atau Once Upon a Time in China (1991).
Baca Juga: 'Predator Badlands' Akan Hadirkan Predator 'Rasa Baru'
Semula film ini seolah mengingatkan kembali pada premis cerita Predators (2010) yaitu mengumpulkan para jagoan di bumi dari berbeda zaman untuk bertarung dengan Predator. Nyatanya tidak. Justru setelah bertempur di tiga zaman berbeda, masing-masing yang berhasil mengalahkan Predator dikumpulkan untuk saling bertarung antar mereka sendiri dalam arena gladiator-'Killer of Killers' (membunuh para pembunuh).
Pemenangnya bukan berarti dipulangkan ke bumi melainkan berhak mengalahkan Predator terbesar di sini yang paling mengerikan. Tetapi salah satu tokoh menyangka mereka dipertemukan sebagai sesama bangsa manusia untuk melawan Predator. Ia bahkan berani menolak untuk "mematuhi aturan main" Predator -dan dari sinilah cerita makin menantang. Akankah mereka selamat?
Predator Killer of Killers tampak berhasil menjadi kelanjutan waralaba ciptaan Jim dan John Thomas-justru dengan bentuk animasi kisahnya seolah menjadi lebih liar. Semula ada keraguan dengan diadaptasi menjadi animasi, film ini akan merosot menjadi film kategori PG 13. Karena cukup banyak adaptasi film klasik yang sudah menjadi waralaba diputuskan untuk menjadi kategori PG 13 atau semua umur demi meraih banyaknya penonton dan merangkul penggemar baru.
Baca Juga: John Wick Diadaptasi Jadi Anime!Kok Bisa?
Hasilnya lebih banyak gagal, sebut saja waralaba Star Wars, Robocop atau Terminator. Alih-alih berhasil merangkul penggemar baru, waralaba tersebut lebih sering menjadi bahan kontroversi diskusi debat kusir pro dan kontra- atau jadi bahan parodi alias ledekan di karya lain. Untungnya Dan Trachtenberg sebagai "pemimpin proyek" tetap mempertahankan aksi brutal nan sadis dalam film berdurasi 90 menit ini. Keberhasilan Dan Trachtenberg tentu memberi harapan baru lagi dengan Predator Badlands yang konon kelak akan menampilkan karakter Predator sebagai protagonis.**
Artikel Terkait
Siap-Siap, Segera Tayang Sekuel 'Evil Dead'!
'Top Gun 3' Siap Diproduksi!
'Frankenstein' karya Guillermo del Toro Tayang November 2025
'The Age of Adaline', Nggak Selamanya Awet Muda Menyenangkan