TINEMU.COM- Brad Pitt berperan sebagai pembalap senior Sonny Hayes yang di masa mudanya hampir jadi juara F1 tapi semua berakhir tragis karena ia mengalami kecelakaan parah di salah satu lintasan. Di usianya yang tidak muda lagi mendadak sahabatnya, kepala tim underdog di F1, memintanya membalap kembali sekaligus menjadi mentor untuk seorang pembalap muda, Joshua Pearce (Damson Idris).
Sebuah tawaran yang menarik, namun ternyata tak mudah. Konflik di antara kedua pembalap beda generasi sulit terhindari. Ditambah sedikit romansa dan intrik korporat. Uniknya, adegan balapan dalam film ini digarap sangat apik, seolah penonton mengalami langsung suasana arena balap sebenarnya. Pengambilan gambar khususnya untuk adegan adu balap dilakukan dengan kamera IMAX, plus kualitas audio yang mencekam gendang telinga penonton.
Film yang tadinya hanya drama biasa antara pembalap beda generasi yang saling beradu ego, cukup memikat sehingga tetap mudah diikuti bahkan yang bukan penggemar mobil sport atau Formula 1 sekalipun. Sensasinya mengingatkan pada film Ford vs Ferrari (2019) yang disutradarai James Mangold (Logan,Wolverine,Indiana Jones and The Dial of Destiny).
Baca Juga: 'Predator Killer of Killers', Adaptasi yang Menjanjikan
Fakta menarik, kalau Ford vs Ferrari adalah film biopik, F1 murni fiksi. Dengan setting tahun 1990-an, nyaris membuat penonton terkecoh sehingga menyangka film ini seperti kisah biopik pembalap Sonny Hayes dan Joshua Pearce! Tak tanggung-tanggung, untuk mendekati kenyataan sutradara Joseph Kosinski menggandeng pembalap sungguhan, Lewis Hamilton, sebagai konsultan adegan.
Film ini berhasil menjelaskan bahwa harapan dalam memenangkan pertarungan bukanlah strategi. Untuk menjadi juara dibutuhkan keberanian menginstruksikan dan mengoreksi kesalahan- satu hal yang rasanya semula musykil-tapi itu bisa saja terjadi dalam film garapan sutradara Joseph Kosinski yang sebelumnya sukses menggarap Top Gun Maverick. **
Artikel Terkait
'Fast Charlie'- Aksi Seru Sang Jago Tua
'No Hard Feelings'- Perjuangan Kelas Menengah yang Konyol
Berpacu dengan Waktu dalam 'Knox Goes Away'
'Havoc'- Sekedar Kado untuk Fans Gareth Evans?