Siap Tayang 11 Juli, Ini Dia 'Orang Ikan' Film Monster Buatan Indonesia!

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Kamis, 10 Juli 2025 | 11:34 WIB
Callum Woodhouse dan Dean Fujioka, dua aktor utama 'Orang Ikan' (Infinite Studios)
Callum Woodhouse dan Dean Fujioka, dua aktor utama 'Orang Ikan' (Infinite Studios)


TINEMU.COM- 
Orang Ikan adalah film horor aksi yang memadukan kisah sejarah dan mitologi lokal dengan sinema monster klasik. Berlatar belakang Perang Dunia IIOrang Ikan mengisahkan seorang tentara Jepang dan tawanan perang Inggris yang terdampar di pulau terpencil dan harus berhadapan dengan makhluk ganas.

Lewat acara Special Screening Gala Premiere Film Orang Ikan di CGV Plaza Indonesia (7/7) rumah produksi Gorylah Pictures bekerjasama dengan Zhao Wei Films (Singapore) dan Infinite Studios (Indonesia) mempersembahkan sebuah karya unik yang memperluas cakrawala dengan genre creature horror action dengan sentuhan Asia Tenggara.

Disutradarai dan ditulis oleh Mike Wiluan, film ini menggabungkan mitologi lokal, kisah sejarah, dan elemen sinematik monster klasik dalam satu pengalaman sinema yang segar dan menggugah secara visual maupun emosional.

Baca Juga: 'Orang Ikan' Produksi Patungan Singapura, Indonesia,Jepang dan Inggris Siap Tayang!

“Tema yang mendasari film ini adalah tentang kemanusiaan, bagaimana manusia dapat dengan mudah menghancurkan satu sama lain dalam peperangan, tetapi ketika dihadapkan dengan sesuatu yang tidak diketahui dari alam, mereka dapat bekerja sama untuk bertahan hidup. Film ini merujuk pada bagaimana manusia dapat merusak sesuatu yang tidak dipahami. Makhluk seperti Orang Ikan bertahan hidup karena ia
perlu menyukai semua satwa liar. Pada akhirnya, antagonis di dunia ini tidak selalu makhluk. Melainkan manusia,” jelas Mike Wiluan, sutradara Indonesia, yang juga pemimpin Infinite Studios yang telah berpengalaman dalam memproduseri film-film internasional, seperti Buffalo Boys, Monkey Man, The Night Come For Us, dan Losmen Melati.

Dean Fujioka dan MIke Wiluan saat jumpa pers di CGV Grand Indonesia
Dean Fujioka dan MIke Wiluan saat jumpa pers di CGV Grand Indonesia (foto Frans Eko)

Meski sosok monsternya sekilas mengingatkan kita pada The Shape of Water (2017) karya Guillermo del Toro, Orang Ikan nyatanya tidak terinspirasi dari film tersebut. Film ini terinspirasi dari cerita rakyat Melayu dan film klasik Creature from the Black Lagoon (1954) yang aslinya merupakan salah satu film monster generasi pertama dalam sejarah perfilman terutama dengan menggunakan kamera teknologi 3D. Mengangkat kisah makhluk mitologi Indonesia, perpaduan manusia dan ikan, yang hidup di perairan, Mike Wiluan membawa visinya pada sinema horor Asia dengan pendekatan yang tidak biasa. Ia menyebut film ini sebagai “kisah asal muasal tentang monster, yang lahir dari tragedi kemanusiaan Perang Dunia II.”

“Sebagian besar cerita rakyat di Indonesia berbasis daratan. Selain Nyai Roro Kidul yang merupakan Dewi Laut, Orang Ikan adalah makhluk yang tidak memiliki kekuatan khusus atau hubungan dengan ritual kuno, agama, atau budaya sosial seperti banyak cerita rakyat lainnya,” ujar Mike.

Baca Juga: Dendam Berujung Teror Santet, Film 'Kitab Sijjin & Illiyyin' Siap Tayang 17 Juli!

“Film Orang Ikan bukan hanya sebuah film horor, tetapi juga sebuah upaya untuk mengangkat cerita rakyat dan mitologi Indonesia ke layar lebar, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada penonton global. Film ini juga menceritakan tentang konflik, penyembuhan luka sejarah, dan kemungkinan perdamaian dalam kondisi paling ekstrem,” ujar Mike.

Film Orang Ikan merupakan produksi lintas negara antara Indonesia, Singapura, Jepang, dan Inggris. Sederet aktor dan filmmaker ternama turut terlibat dalam proyek film ini, seperti Dean Fujioka, aktor dan penyanyi Jepang yang dikenal di Asia Timur, Callum Woodhouse, aktor asal Inggris (The Durrells, All Creatures Great and Small), Alan Maxson, aktor spesialis creature-feature dari Hollywood, dan sederet produser ternama, seperti Eric Khoo, Freddie Yeo, Tan Fong Cheng, Fumie Suzuki Lancaster, James Khoo, Darryl Yeo, Ninin Musa, Alexandra Gottardo, Yutaka Tachibana, Takahiro Yamashita, Anthony Khoo, serta dukungan produksi dari Zhao Wei Films (Singapura), Gorylah Pictures dan Infinite Studios (Indonesia).  

Meskipun melibatkan banyak orang dari berbagai lintas negara, film Orang Ikan 100% diproduksi di Indonesia, mengambil lokasi di Curug Sodong, Sukabumi, Kawasan Geopark Ciletuh dan Studio Infinite di Batam serta dibuat oleh tim Indonesia, seperti Asep Kalila (Director of Photography) yang mengambil pendekatan kontras antara lanskap tropis dan atmosfer horor laut, Ernaka Puspita Dewi (Make Up Designer) dan Fajrul Fadillah (FVX Artist). Terlibatnya tim Indonesia dalam proyek film ini menjadi bukti bahwa filmmaker Indonesia telah mumpuni dalam menjalankan produksi dengan pihak asing.

Baca Juga: Ada BISKITA, Shuttle, Hingga JakLingko: Akses Menuju Stasiun Harjamukti Makin Mudah

Untuk dialog dalam film Orang Ikan menggunakan Bahasa Inggris dan Jepang. Karena cerita tersebut mengharuskan adanya karakter Jepang dan Inggris, itulah yang menjadi alasan untuk menghadirkan Dean Fujioka dan Callum Woodhouse dalam film ini.

“Kami ingin menampilkan aktor asli dari negara asal. Dean sangat mengenal Indonesia dan berbicara dalam berbagai bahasa serta terbiasa dengan koreografi pertarungan. Callum adalah karakter yang luar biasa yang tidak takut berada dalam situasi sulit. Keduanya memiliki karya akting yang luar biasa dan pengalaman yang luar biasa,” ungkap Mike bangga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X