TINEMU.COM - Desa Wisata Tebara terletak di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Desa Wisata Tebara memiliki kekhasan dengan kampung adat tradisional budaya megalitikumnya.
Desa Wisata Tebara memiliki rumah adat beratap menara yang menjulang tinggi ke langit dan bertanduk terbagi menjadi tiga tingkat. Rumah-rumah adat ini berdiri kokoh di atas perbukitan yang tinggi.
Selain itu, desa wisata ini memiliki peninggalan budaya megalitikum (Batu Kubur besar dan Sarkofagus). Konsep Batu Kubur Megalitikum melambangkan perahu yang berlayar ke dunia arwah.
Baca Juga: Gelorakan Semangat Nasionalisme, KAI Hadirkan Livery Khusus HUT Ke-78 Kemerdekaan RI
Desa Wisata Tebara menjadi desa terakhir yang dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno karena menjadi 75 besar desa wisata terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Masyarakat Desa Wisata Tebara, Sumba, NTT, menyambut dengan meriah kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno pada Minggu, 13 Agustus 2023.
Saat visitasi ke Desa Wisata Tebara Menparekraf Sandiaga, mengaku sangat takjub dengan keragaman adat dan budaya yang masih begitu kental, yang dapat dilihat dan dirasakan pada kampung adat di desa tersebut.
Baca Juga: Foto Salah Cetak Surat Al-Kahfi Ayat 8 Kembali Beredar di Medsos, Ini Penjelasan Kemenag
“Desa ini berbasis budaya dan adat istiadat, dan bahasa setempat yang mereka lestarikan. Saya merasa bahwa inilah yang akan membawa Indonesia memiliki pariwisata berkelas dunia. Bukan Indonesia yang membangun desa, tapi desa yang menganugerahkan kemajuan untuk Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga.
Selain kekhasan budaya, kuliner di Desa Wisata Tebara pun menurut Menparekraf memiliki cita rasa yang enak dan unik. Salah satu makanan khasnya adalah ro'o luwa, sejenis bubur yang bahan utamanya adalah ubi jalar atau daun singkong. Penampilannya berupa bubur hijau dengan rasa yang manis dan khas.
Ada juga rumpu tampe yang berbahan utama daun pepaya, dan biasanya ditumis bersama dengan bunga pepaya muda, daun singkong, atau jantung pisang.
Baca Juga: Berdesain Modern-Compact, AHM Luncurkan Sepeda Motor Listrik Honda EM1 e: di ajang GIIAS 2023
“Jantung pisang, bunga pepaya, dan kacang panjang yang disebut rumpu rampe ini enak sekali, dan ada juga ro’o luwa dengan rasa yang unik,” kata Menparekraf.
Menparekraf berharap desa wisata ini dapat membantu tercapainya 4,4 lapangan kerja baru yang berkualitas di tahun 2024.
Artikel Terkait
Desa Wisata Tari Rebo Magnet Baru Wisatawan Bangka Belitung
Wamenparekraf: Pameran "Van Gogh Alive" Atraksi Wisata Digital di Masa Liburan
Paket-Paket Wisata Digelar Sambut FIFA World Cup U 17 2023
Masjid Sultan Suriansyah Ikon Desa Wisata Kuin Utara
Promosikan Potensi Desa, KKN UGM Gelar Festival Desa Wisata Blora