temu-paran

Aeroscue Raksa Dirgantara, Komunitas Relawan untuk Pencarian dan Pertolongan

Rabu, 17 Januari 2024 | 11:32 WIB
Aeroscue Raksa Dirgantara merupakan komunitas relawan yang bergerak untuk pencarian, pertolongan, dan penanganan kebencanaan. (kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno mendukung peresmian Aeroscue Raksa Dirgantara, komunitas relawan yang bergerak untuk berupaya lebih dalam melakukan pencarian, pertolongan, dan penanganan kebencanaan di Indonesia.

Peresmian Aeroscue Raksa Dirgantara akan digelar pada 5 Februari 2024 di Graha Bhima Sakti, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Sektor pariwisata adalah sektor yang rentan terhadap bencana, apabila tidak dikelola dengan baik. Dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat The Weekly Brief With Sandi Uno di Jakarta, Senin, 15 Januari 2024.

Baca Juga: Songwriters Festival 2024, Momentum Edukasi HKI bagi Pencipta Lagu

“Untuk itu kami membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak agar pariwisata bisa aman, nyaman, dan menyenangkan,” imbuhnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo mengatakan, selama ini Kemenparekraf banyak berkolaborasi dengan Basarnas.

Bahkan tahun lalu pihaknya membuat simulasi wisatawan tenggelam di Pantai Pangandaran dengan rescuer yang sifatnya bahari seperti temen-temen SAR Baracuda.

Baca Juga: Laksamana Sukardi : Hukum di Indonesia Masih Dikuasai Kepentingan Politik

“Apa yang dilakukan teman dari Aeroscue ini bermanfaat karena tentunya melihat dari ketinggian akan memiliki benefit untuk search and rescuenya baik di laut maupun di pegunungan,” katanya.

Ketua Umum Aeroscue Raksa Dirgantara Dwi Antoro menjelaskan komunitasnya merupakan organisasi search and rescue (SAR) yang menyiapkan personel-personel untuk mempelajari SAR udara.

“Mungkin masih prihatin, karena yang mempelajari ini seperti emergency landing craft selama ini hanya militer yang boleh mendekat. Kami menyiapkan rescuer yang mampu bela diri baik verbal atau fisik,” katanya.

Baca Juga: DEATH- Anomali Dunia Musik Rock (Bag.1)

Dwi Antoro juga mengatakan, program unggulannya akan membuat rescue challenge semua potensi SAR di Indonesia. Pihaknya juga berencana membuat pararescue jumper tapi menggunakan paramotor.

“Harapan ke depan, kami ingin pariwisata yang benar-benar berkembang tanpa mengesampikan aspek safety atau keselamatan dan keamanan,” ujarnya.***

Tags

Terkini