Keindahan Desa Tetebatu yang Mendunia Bisa Jadi Inspirasi Pengembangan Desa Wisata

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 23 Februari 2022 | 06:34 WIB
Desa Wisata Tetebatu pernah terpilih menjadi nominasi di ajang “UNWTO Best Tourism Villages 2021". (Kemenparekraf.go.id)
Desa Wisata Tetebatu pernah terpilih menjadi nominasi di ajang “UNWTO Best Tourism Villages 2021". (Kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno terkesima dengan keindahan Desa Wisata Tetebatu, di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak heran jika Desa Wisata Tetebatu pernah terpilih menjadi nominasi di ajang “UNWTO Best Tourism Villages 2021".

Wisata alam di Desa Wisata Tetebatu menjadi magnet pemikat bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani ini.

Dari Desa Wisata Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Ulem-ulem.

Baca Juga: Aturan Baru, Lansia Bisa Divaksin Booster 3 Bulan Setelah Vaksin Dosis Dua

Wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet Hitam sebagai salah satu hewan endemik asli Tetebatu. Bagi yang hobi tracking, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan bisa ikut menanam bibitnya, jika musim tanam sedang berlangsung.

Desa Wisata Tetebatu juga lengkap dengan wisata religi dan sejarahnya. Ada Wisma dr. Soedjono, yang dibangun oleh dokter pertama yang ada di Lombok Timur.

Selain itu, ada Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Alquran yang terbuat dari bahan kayu dan kulit onta ini konon katanya merupakan asli tulisan tangan.

Baca Juga: Orang Asing Mengetuk Pintu Rumah Nasrudin

"Saya sangat terkesima, betul-betul pilihan dari UNWTO sebagai nominasi best tourism village dijatuhkan kepada Desa Wisata Tetebatu. Karena disini ada daya tarik seperti Air Terjun Ulem-ulem, Wisma dr. Soedjono yang tadi saya kunjungi wisata berbasis sejarah, seni gendang beleq, juga ada budaya yang sangat kita perlu lestarikan," kata Sandiaga dikutip Tinemu.com dari website kemenparekraf.go.id.

Menparekraf berharap, Desa Tetebatu menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya yang ada di Indonesia, khususnya NTB. Menparekraf juga akan merancang beberapa program yang bisa dikolaborasikan dengan Desa Wisata Tetebatu.

Saat mengunjungi Desa Wisata Tetebatu pada Minggu, 20 Februari 2022, Menparekraf Sandiaga memberikan bibit ikan di sebuah bendungan wisata Ulem-ulem. Sebagai simbol kebangkitan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Berlaku Malam Ini, Exit Test PCR Penentu Sembuh dari Covid-19 Cukup 1 Kali

Kunjungan Menparekraf ke Desa Wisata Tetebatu dalam rangka menyosialisasikan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Saat ini program tersebut sudah memasuki tahap sosialisasi dan bimbingan teknis workshop yang akan berlangsung hingga 31 Maret 2022.

Dalam bimtek, pengelola desa wisata akan diberikan materi mengenai tujuh kategori penilaian ADWI yang meliputi homestay, toilet, souvenir, konten digital, konten kreatif, CHSE, dan daya tarik wisata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X