Pameran Titian Muhibah Indonesia - Malaysia

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Sabtu, 16 September 2023 | 15:34 WIB
Foto dok Frigidanto Agung
Foto dok Frigidanto Agung

TINEMU.COM - Hubungan antara Indonesia–Malaysia merepresentasikan dinamika yang reflektif–reaktif, sebagaimana terlihat dalam sebuah kegiatan yang bertajuk Pameran Titian Muhibah Indonesia - malaysiai. 

Empat belas seniman media dari Malaysia yang terdiri dari seniman individu, kolektif dan performans: Abdul Shakir, Afiq Romi, Danial Fuad, Daniel Mokhtar, Heidhir Hamdan, Izhar Yusrin, Izzat Aziz, Nur Ezlyn, Syafiqah Rafi, dan Zulkefli Jais.

Sedangkan seniman kolektif dan seniman performans meliputi Azizan Paiman, Irfan Mustafa, Kapallorek, serta Tumbuktikus Collective (Fadly Sabran, Shahrul Hisham, Haris Abadi Abdul Rahim) hadir dengan karya di ruang pamer.

Baca Juga: Kaki Palsu Baru Bawa Harapan Baru Untuk Yubita

 Pameran Antara: Extended menjadi pertukaran simbolik mengenai refleksi diplomasi Indonesia–Malaysia, yang memperlihatkan berbagai persamaan, perbedaan seni dan budaya, serta keberagaman wacana yang diekspresikan seniman melalui karya sebagai hasil reaksi terhadap pentingnya hubungan dan pertukaran antara dua negara ini.

Pameran ini akan berlangsung pada 16 September hingga 16 Oktober 2023 bertempat di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta. Tanggal pembukaan Sabtu, 16 September 2023. Pameran yang diselenggarakan bersama ini dipersiapkan oleh Kersan Art Studio, Jakarta. 

Inisiasi pameran ini  digagas oleh Kapallorek (Malaysia) sejak 2021, merupakan event tahunan. Berfokus sebagai katalisator pengembangan karya seni media, pameran ini menjadi tempat seniman muda bereksplorasi dalam upaya mendorong dan memperkaya ekosistem seni di Malaysia. Tahun ini, Kersan Art Studio (Indonesia) terlibat dalam Pameran ANTARA sebagai kolaborator program pertukaran seni dan budaya di kedua negara, Indonesia–Malaysia.  

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, LRT Jabodebek Tambah Jumlah Perjalanan

Foto dok Frigidanto Agung
Foto dok Frigidanto Agung

Menurut Dayna Fitria, kurator pameran, pameran ini menyajikan karya seni media yang saling berdialog dari segi  gagasan, media dan ruang. Hal ini ditujukan sebagai ekspansi ruang tumbuh untuk melanjutkan konsistensi eksperimen seniman muda tanpa kehilangan esensi identitas.

" ANTARA: EXTENDED, dapat menjadi pemantik perluasan dan mempertahankan interkoneksi yang telah terjalin sepanjang waktu antara Indonesia dan Malaysia. Melalui program pertukaran seni dan budaya di kedua negara ini secara langsung telah menjadi ruang berbagi pandangan dan perasaan dari Indonesia ke Malaysia maupun sebaliknya",ungkap Dayna Fitria.

Acara ini diselenggrakan oleh dua organisasi yang bekerjasama, Kapallorek, Perak, Malaysia, merupakan ruang seni independen yang didirikan pada tahun 2014 oleh Fadly Sabran dan berpusat di Seri Iskandar, Perak, Malaysia.

Ia beroperasi sebagai organisasi non-profit yang menyediakan platform alternatif untuk Seniman Media Baru yang Berkembang, Seni Antara Disiplin, Seniman Eksperimental, Artis Residensi & Penyelidik Seni.

Foto dok Frigidanto Agung
Foto dok Frigidanto Agung

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X