Supergrup di Ambang Sukses dan Konflik, Bak Api dalam Sekam (4)

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Jumat, 22 September 2023 | 14:26 WIB
Flea, Frusciante, and Anthony Kiddies dalam 60 Minutes (Tangkap Layar 60 Minutes Show YouTube)
Flea, Frusciante, and Anthony Kiddies dalam 60 Minutes (Tangkap Layar 60 Minutes Show YouTube)

TINEMU.COM - Meski sudah terbentuk sejak 1983, semula RHCP nyaris hanya beken di wilayah kecil Amerika saja. Musiknya yang disebut-sebut media musik kala itu adalah hibrida punk,hard rock,hip-hop, funk, dan psychadelic (yang kemudian di era 1990-an disederhanakan lagi menjadi “alternative”).

Red Hot Chilli Peppers baru menjadi trend tatkala album “Blood Sugar Sex Magik” (1991)  ini meledak. Padahal secara konsep album ikonik ini tak jauh beda dengan album RHCP sebelumnya, “Mother’s Milk” (1988).

Pecinta musik rock sulit melupakan lagu “Under The Bridge”, “Suck My Kiss”, “Funky Monks”, dan “Give it Away” di era 1990-an yang juga digemari pencinta lagu hip-hop dan disco!

Padahal ketika mengerjakan album ini RHCP nyaris bubar!

Baca Juga: Siap-siap Kunjungi KAI Expo 2023, Ada Diskon Tiket Kereta Kelas Ekonomi Hingga Luxury

Anthony Kiedis, vokalis utama frustrasi ketika gitaris Hillel Slovak tewas karena heroin. Dramer Jack Irons mundur karena tak yakin dengan masa depan RHCP pasca album ke-4 “Mother’s Milk”  selain ia merasa lebih cocok bermain musik dengan Slovak sehingga band ini menyisakan dua personil saja, Flea dan Kiedis!

Pertemuan dengan produser Rick Rubin (juga terkenal menangani grup thrash metal, Slayer) perlahan membuat semangat RHCP bangkit sehingga Flea dan Kiedis sepakat mencari pemain baru sampai akhirnya mendapatkan gitaris John Frusciante yang sebenarnya fans RHCP sejak lama dan berkawan dengan almarhum Hillel Slovak semasa hidupnya.

Chad Smith datang menggantikan Irons, dan mereka sepakat melanjutkan RHCP, di bawah penanganan ketat Rick Rubin tatkala membuat “Blood Sugar”. Rubin mampu mengarahkan kemampuan RHCP secara musikalitas, tanpa harus menghilangkan ciri khas sebelumnya RHCP yang urakan.

Pasca “Blood Sugar” yang menandai karier RHCP menjadi band internasional, giliran Frusciante yang jenuh dengan kehidupan tur yang menurutnya makin menjauhkan dirinya dari keluarga dan kehidupan pribadinya.

Frusciante yang sebenarnya paling banyak menciptakan lagu-lagu hits era “Blood Sugar” keluar di tengah RHCP masih menjalani tur album “One Hot Minute” (1995). Butuh waktu lama RHCP untuk sanggup membuat album baru lagi walau pasca Frusciante mundur, mereka sedang dalam masa ketenaran dengan konser di sana-sini.

Baca Juga: Uji Coba Tahap Pertama, 4.200 Orang Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dengan banyak gitaris pengganti Frusciante diantaranya sempat bergabung Dave Navarro, RHCP seperti hanya menjalankan kewajiban  menjalani kontrak manggung saja di berbagai tempat, namun ketika mulai menciptakan lagu baru baik untuk “jam session” atau masuk studio rekaman cenderung lebih sering terhambat, sehingga lagi-lagi Kiedis frustrasi dengan kembali mengonsumsi heroin karena tak yakin RHCP bisa membuat album baru.

Butuh waktu cukup lama sekitar 4 tahun mereka mampu rekaman lagi ketika akhirnya RHCP berhasil menyelesaikan album “Californication”   (1999) yang masih cukup sukses pasca “Blood Sugar”, ini pun karena Frusciante memutuskan kembali lagi ke RHCP. **

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X