Pertunjukan Silang Media ‘Waktu Batu, Rumah yang Terbakar’

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 6 Desember 2023 | 07:00 WIB
Pertunjukan silang media teater, video game, dan sinematografi berjudul "Waktu Batu, Rumah yang Terbakar" digelar di Benteng Fort Rotterdam, Makassar pada 5-6 Desember 2023. (Instagram.com/@teatergarasi)
Pertunjukan silang media teater, video game, dan sinematografi berjudul "Waktu Batu, Rumah yang Terbakar" digelar di Benteng Fort Rotterdam, Makassar pada 5-6 Desember 2023. (Instagram.com/@teatergarasi)

Menurutnya, melalui karya WB.RyT, Garasi Performance Institute ingin membuka percakapan tentang watak dan artikulasi duka ekologis, serta menjadi pemantik praktik nyata apa yang dapat dilakukan agar tragedi dalam karya tidak akan terjadi.

Baca Juga: Anika Gauja: Partisipasi Politik Pemuda Bukan Hanya Soal Hak Pilih

“Dalam meluaskan dan mendekati secara kritis percakapan tentang tema duka ekologis, Teater Garasi menggarap ulang WB.RyT tahun ini dengan menajamkan sisi kesilang-mediaan antara teater dengan video game, sinematografi, dan menguatkan unsur-unsur visual dan tata Cahaya,” ungkap Yudi.

Selain karya WB.RyT, Yudi juga pernah menyutradarai pertunjukan lainnya dengan judul “Setelah Lewat Djam Malam”. Melalui penyutradaraan karya tersebut, Yudi berhasil meraih penghargaan Karya Seni Pertunjukan Pilihan Tempo tahun 2022.

WB.RyT merupakan versi terkini dari proyek panjang Waktu Batu yang dimulai sejak tahun 2001. Sepanjang tahun 2002-2006 WB.RyT telah melahirkan beberapa versi pertunjukannya yang dipentaskan di beberapa kota di Indonesia, Singapura, Berlin, dan Tokyo.

Baca Juga: Richard Niemi: Partisipasi Politik Pemuda adalah Tanggung Jawab dalam Demokrasi

Pada 2022, pentas WB.RyT juga telah ditampilkan pada Indonesia Bertutur 2022 dan kemudian pada tahun ini telah dipentaskan kembali di ARTJOG Yogyakarta dan Djakarta International Theatre Platform, Jakarta.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X