Kemendikbudristek bersama Rumah Budaya Rumata’ Gelar SEAScreen Academy dan MIWF 2024

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 27 Mei 2024 | 14:45 WIB
Kemendikbudristek berkolaborasi bersama Rumah Budaya Rumata’ menggelar South East Asian Screen (SEAScreen) Academy dan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2024. (kemdikbud.go.id)
Kemendikbudristek berkolaborasi bersama Rumah Budaya Rumata’ menggelar South East Asian Screen (SEAScreen) Academy dan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2024. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi bersama Rumah Budaya Rumata’ menggelar South East Asian Screen (SEAScreen) Academy dan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2024.

SEAScreen Academy merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh sutradara Riri Riza sejak tahun 2011. SEAScreen Academy bertujuan mendukung dan mengembangkan bakat-bakat baru dalam industri perfilman di kawasan Indonesia Timur, serta pertukaran pengetahuan dengan para pembuat film di kawasan Asia Tenggara.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk pengembangan talenta seni budaya melalui program-program kerja sama bersama komunitas-komunitas,” ujar Ketua Tim Manajemen Talenta Nasional (MTN) Bidang Seni Budaya, Bobby Fernandes.

Baca Juga: Sineas Indonesia Bakal Hadir di Cannes Film Festival 2024

“MTN Bidang Seni Budaya hadir sebagai platform sekaligus wadah untuk membina, memperkuat, mengapresiasi, serta menyalurkan potensi talenta seni budaya khususnya di bidang film, bahasa, dan sastra,” imbuhnya.

Bobby mengatakan bahwa kegiatan bersama Rumata’ ArtSpace merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menguatkan praktik baik yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat dalam mengelola talenta.

Para peserta SEAScreen Academy diharapkan mampu memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas mereka sesuai dengan bidang yang mereka tekuni.

“Dalam beberapa tahun ke depan, potensi ini akan menjadi garda dalam meningkatkan rekognisi seni budaya Indonesia sampai ke tingkat dunia,” tuturnya.

Baca Juga: Tour Kedua Konslet ke Hutan Bambu, Jalan Ngopi Gembira Bersama!

Tahun ini, SEAScreen Academy digelar dengan tema “Roots” - “Story Camp” yang mencerminkan komitmen untuk menjelajahi, merangkul akar budaya, dan identitas lokal, khususnya dari kawasan Indonesia timur.

Tema "Akar" mencakup keinginan untuk menggali dan menghargai asal-usul, sejarah, dan nilai-nilai yang melandasi cerita-cerita film.

Tema ini juga mencerminkan upaya dalam menciptakan fondasi yang kokoh bagi pengembangan industri film Indonesia melalui lab penulisan sinopsis film yang solid sebagai proses awal dalam penciptaan film.

Baca Juga: 'Sound of White Noise' Album Perubahan Anthrax

“Identitas sebuah karya mencerminkan budaya, laku, dan sikap manusia yang menciptakannya. Kami percaya bahwa Indonesia memiliki potensi budaya dan karakteristik yang sangat penting untuk ditelusuri dan dipertahankan, khususnya di kawasan Timur Indonesia,” ujar Riri Riza, Direktur Rumah Budaya Rumata’.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Menyisir Keragaman Budaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X