TINEMU.COM - Menjelang dimulainya Kompetisi Piano Nusantara Plus, Ananda Sukarlan, penggagas sekaligus ketua dewan Juri kompetisi tersebut, meluncurkan partitur sebuah sonata yang diciptakan khusus untuk Ahok dan Empat Rapsodi Nusantara nomor 39 sampai 42.
Kompetisi Piano Nusantara Plus akan dimulai pada tanggal 25 Agustus 2024 di Bogor. Kemudian berlanjut pada tanggal 1 September di Bandung dan 8 September di Medan.
Komposisi yang diciptakan khusus untuk mengenang peristiwa divonisnya Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama diberi judul "No More Moonlight Over Jakarta" yang dalam bahasa Indonesia disebut "Tiada Lagi Tjahaja Purnama di Atas Jakarta” telah dimainkan di luar negeri tapi partiturnya baru diterbitkan saat ini.
Baca Juga: Tiket Hadir Kembali dengan Formasi Lama dan Lagu Baru
Bersamaan dengan komposisi tersebut, Ananda Sukarlan juga menerbitkan partitur Rapsodia Nusantara no. 39-42 di Indonesia, sehingga para pianis Indonesia pun bisa mengikuti jejak para pianis internasional untuk memainkannya.
Tiga dari empat nomor Rapsodia Nusantara ini ditulis Ananda Sukarlan untuk kaum disabilitas. Hal itu dicirikan dengan komposisi yang bisa dimainkan dengan sebelah atau satu tangan saja.
Rapsodia Nusantara no. 39 dan 40 untuk dimainkan dengan tangan kiri saja, dan no. 41 untuk tangan kanan saja, selain itu juga karya pendek tapi sangat virtuosik untuk tangan kiri saja.
Sedangkan komposisi untuk piano bertajuk "Satu Tangan, Sepenuh Jiwa, Untuk Indonesia" yang berdasarkan lagu "Untuk Indonesia" yang dinyanyikan Once Mekel dan Yenny Wahid.
Baca Juga: Terkait Judi Online dan Pornografi, Menkominfo Budi Arie Ancam Blokir Aplikasi Bigo Live
Komposisi ini pernah dibawakan oleh Ananda Sukarlan pada kesempatan peringatan 70 tahun persahabatan Finlandia dan Indonesia di Hotel Dharmawangsa beberapa waktu lalu.
Dengan diterbitkannya komposisi "No More Moonlight Over Jakarta" dan Rapsodia Nusantara no. 39 - 42 tersebut, Ananda Sukarlan mengatakan bahwa itu kesempatan kepada para pianis peserta Kompetisi Piano Nusantara Plus untuk memperdanakannya di Indonesia.
"Ini akan lebih berguna untuk mereka, bisa menjadi bagian dari curriculum vitae mereka. Selain itu, mereka bisa menemukan jati diri mereka lewat interpretasi personal mereka dalam karya ini, tanpa 'terganggu' oleh interpretasi sang komponis yaitu saya, yang sering disalahartikan sebagai 'yang terbaik'" Begitu ia menjelaskan bahwa karya tersbut bisa dimainkan oleh para peserta Kompetisi Piano Nusantara Plus.
Baca Juga: Jaz Hayat Remake Hits Klasik Frank Sinatra 'Fly Me to The Moon'
Ia menambahkan bahwa dirinya justru menunggu interpretasi yang berbeda, yang unik dari para pianis muda ini.
Dalam Kompetisi Piano Nusantara Plus, para peserta tidak hanya melibatkan pianis dan piano melainkan bisa dengan melibatkan penyanyi atau vokal klasik, atau musisi instrumen apapun.
Artikel Terkait
Kompetisi Piano Nusantara Plus Ananda Sukarlan Digelar Kembali
Ananda Sukarlan Merusak Karya Beethoven Demi Ahok
Ananda Sukarlan Sepekan Bersama Para Disabilitas
Pada Suatu Rebo(an), Kritik Ananda Sukarlan Tentang Sastra Reboan
Ananda Sukarlan: Tembang Puitik Bukan Musikalisasi Puisi Biasa
Akhirnya, Karya Ananda Sukarlan untuk Ahok Diterbitkan di Indonesia