Bersin dan Jual-Beli

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Kamis, 3 April 2025 | 07:00 WIB
Kota di Italia dalam Ilustrasi Buku Anak (Grok)
Kota di Italia dalam Ilustrasi Buku Anak (Grok)

TINEMU.COM - Pada 2019, terbit buku berjudul Kisah-Kisah dari Italia. Buku dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia itu mengukuhkan kedatangan dan pesona sastra Italia bagi para pembaca di Indonesia.

Peminat sastra asal Italia pasti kalah jumlah dibandingkan para penggemar Liga Italia. Pada suatu masa, sepakbola memang sangat mengisahkan Italia meski perlahan kalah pamor dari Liga Inggris atau Liga Spanyol.

Kita tak sedang berurusan sepakbola tapi sastra. Sejak ratusan tahun lalu, Italia itu “bumi subur” dalam sastra.

Nama mudah teringat untuk para pembaca di dunia: Dante. Italia tentu tak cuma Dante. Nama-nama lain turut memajukan sastra dan berpengaruh, dari masa ke masa.

Baca Juga: Lebaran di Depan Kamera

Nama penting tak boleh dilupakan: Luigi Pirandello. Nama cukup diakrabi di Indonesia. Ia menerima Nobel Sastra (1934). Pada abad XXI, sastra Italia terus mendapatkan pembaca di Indonesia melalui edisi-edisi terjemahan atau saduran.

Italia datang lagi. Pada 2024, kedatangan itu berupa buku berjudul Dongeng Telepon gubahan Gianni Rodari. Buku berasal dari Italia menguak jagat imajinasi anak-anak.

Buku mungkin tak terlalu memikat bagi anak-anak telanjur mendapat pengisahan Pinokio. Di dunia, cerita Pinokio memang memberi pengaruh besar dalam pembentukan pribadi anak.

Di situ, masalah kebohongan menjadi tema penting. Pada masa lalu, anak-anak di Indonesia membaca Pinokio melalui terjemahan diadakan oleh Balai Pustaka (1959). Cerita tenar itu mengingatkan nama C Collodi.

Baca Juga: Tunggu Kepulangan Anaknya dari Amerika Serikat, Ray Sahetapy Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Hari Jumat

Kini, kita menikmati cerita-cerita digubah oleg Gianni Rodari. Kita menemukan masalah “kebohongan” dalam suguhan cerita berjudul “Nenek Penghitung Bersin”. Cerita lucu tapi menantang pikiran.

Gianni Rodari mengisahkan: “Dahulu kala di Gavirate, ada seorang nenek mungil yang menghabiskan hari-harinya dengan menghitung bersin orang-orang. Lalu, dia akan mengabarkan hasil perhitungannya kepada teman-temannya. Mereka akan mengobrol panjang lebar tentang jumlah bersin.”

Pembaca melongo mengetahui kebiasaan tokoh itu aneh. Bersin menjadi perkara menarik untuk diobrolkan berkaitan siapa dan jumlah. Nenek biasa mendapat bantahan atau tuduhan meragukan.

Baca Juga: Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 6-7 April 2025, AHY: Kita akan Pantau Terus

Nenek pun lugas mengatakan: “Aku bersumpah. Hidungku akan jatuh jika aku bohong! Dia bersin lima menit sebelum tengah hari. Pengisahan tentang pengamat bersin menantang kita memikirkan siasat orang mengenali dan mengecap orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X