Mencetak Pencerahan, Zeta Ranniry dan Jejak Jiwa di Keramik

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Senin, 30 Juni 2025 | 08:06 WIB
Zeta Ranniry di depan karya lukisannya
Zeta Ranniry di depan karya lukisannya

TINEMU.COM - Di tengah hiruk-pikuk pameran Material, Architecture & Interior Exhibition 2025 di ICE BSD, sebuah kolaborasi yang tak biasa mencuri perhatian: pertemuan antara teknologi keramik dari Sun Power Ceramics dan jiwa kreatif Zeta Ranniry, perupa muda yang karyanya kerap bergema di pentas seni nasional dan regional.

Lewat aksi live painting dan sesi wicara seniman, Zeta membawa audiens menyelami bukan hanya proses artistik, tetapi juga lapisan-lapisan reflektif tentang perjalanan dirinya. “Saya merasa seperti dituntun oleh semesta, dipertemukan dengan material yang bukan hanya baru, tapi membuka cakrawala pengalaman batin—keramik glasir yang punya keintiman tersendiri,” ujarnya dengan semangat.

Bagi para penikmat seni, ini lebih dari sekadar pameran. Zeta, yang telah meramaikan panggung ArtJog, Art Jakarta, hingga pameran di Taiwan dan Malaysia, menghadirkan karya yang bukan hanya ditatap, tetapi juga dirasakan—karena karya itu langsung melekat pada media keramik sebagai ekspresi jujur diri. Dalam salah satu karyanya, The State of Enlightments, ia menyingkap momen perenungan dan keteguhan hati sebagai simbol pencapaian kedewasaan.

Baca Juga: PRO-GRESS: Menolak Diam Merayakan Gerak, Neo Gallery 5 Juli 2025

“Seni itu bukan hanya soal visual, tapi tentang memahami diri sendiri. Tentang bagaimana kita berdamai dengan riuh batin, dan menuangkannya dalam bentuk yang bisa disentuh,” kata Zeta, yang kini tengah menyelesaikan studinya di Bandung.

Pihak Sun Power sendiri menyambut hangat kolaborasi ini sebagai bukti bahwa estetika tak harus bertentangan dengan fungsi. “Setiap ubin bukan sekadar elemen interior, melainkan fragmen cerita. Dengan Zeta, kami ingin membuktikan bahwa ruang bisa hidup—dan seni bisa menyatu dengan kehidupan sehari-hari,” ujar tim manajemen mereka.

Pameran ini bukan hanya tentang keramik, melainkan tentang menjembatani teknologi dan humanisme, material dan makna. Di tangan seniman muda yang berani menyuarakan dirinya, bahkan permukaan ubin pun bisa jadi cermin jiwa.

Baca Juga: FunHunt Vol.5 Hadirkan Ribuan Foto Karya Samsung Members

Sun Power menawarkan kombinasi teknologi keramik berglasir Italia dan material Eropa dengan sejumlah desain, dan kualitas dengan sentuhan teknologi unggul yang diharapkan menghasilkan desain-desain eksklusif di dinding dan lantai interior pun eksterior.

Karya-karya Zeta selama ini yang bercorak realis memang memanggungkan imej-imej dirinya. Seakan ia mengalami proses reflektif, dengan gestur tangan-tangan. Yang membentuk komposisi Mudra dalam keyakinann Budhis pun penanda berserakan dan rak buku-buku sebagai lambang ilmu pengetahuan.

Ia dalam lukisan-lukisannya acapkali mengeksplorasi kombinasi konstruksi yang merujuk Hakini Mudra, Uttarabodhi Mudra, pun Dhyana Mudra. Hakini Mudra dikenal upaya meningkatkan daya ingat dan fokus, dengan menghubungkan ujung jari di kedua tangan untuk merangsang hemisfer otak, sehingga meningkatkan kerja sama antara pikiran rasional dan intuisi.

Baca Juga: Mau Nonton Konser JUMBO? Nih, Aksesnya Dijamin Mudah, Lengkap dan Ramah Keluarga!

Selain itu, ada Uttarabodhi Mudra yang mengupayakan peningkatkan kepercayaan diri, kesadaran dan ketenangan. Yang terakhir, seniman ini juga mengeksplorasi simbol Dhyana Mudra yang sangat efektif membantu seseorang memasuki kondisi meditatif mendalam .

Zeta seolah memanggil apresiannya sekaligus membenahi internal dirinya sendiri dalam  mengintegrasikan Hakini Mudra, Uttarabodhi Mudra, dan Dhyana Mudra ke dalam praktik kontemplatif kehidupan keseharian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X