Borobudur: Kitab Batu di Jantung Jawa, Warisan Cahaya dari Para Leluhur

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Jumat, 11 Juli 2025 | 06:37 WIB
Jataka karya Sohieb Toyaroja, size 180cm x 140cm Oil on canvas, 2025
Jataka karya Sohieb Toyaroja, size 180cm x 140cm Oil on canvas, 2025

Kini, lebih dari seribu tahun sejak batu pertama diletakkan, kita hidup di dunia yang jauh berbeda dari para citralekha pendahulu. Namun, pesan mereka tetap relevan. Tentang keselarasan. Tentang budi. Tentang pentingnya menghidupkan kembali hubungan antara manusia dan semesta.

Borobudur bukan hanya warisan budaya yang dilindungi UNESCO. Ia adalah warisan kesadaran. Bila dunia hari ini diliputi ketegangan, kerusakan alam, dan kekacauan batin, mungkin yang kita butuhkan bukan sekadar teknologi canggih, melainkan kembali ke Buddhi—kembali ke budi pekerti dan keselarasan hidup.

Kita yang Meneruskan

Sebagaimana yang ditulis dalam narasi pembuka: “Sungguh hari ini memang tumbuh dari masamu, tangan kami yang meneruskan…”

Kitalah yang kini mewarisi ajaran yang ditorehkan di batu-batu itu. Kitalah yang akan memilih, apakah Borobudur hanya akan menjadi latar swafoto, atau menjadi cermin tempat kita menatap ke dalam diri.

Satu langkah Pradaksina, satu mudra yang kita tiru, satu napas yang kita sadari, bisa menjadi jembatan kecil untuk menyambungkan kita dengan suara para leluhur. Suara yang berkata: jangan lupa dari mana kamu datang, dan ke mana kamu menuju.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X