Menyambangi Lantai Empat
Ada hal menarik dari lokasi pameran: lantai empat Wisma Geha. Gedung perkantoran yang biasanya identik dengan kesibukan dan deadline, seolah dilubangi sebuah ruang kecil untuk jeda. Di tengah rutinitas yang menekan tubuh, ruang pamer ini mengajak kita berhenti sebentar, menatap karya, dan mungkin menatap diri sendiri.
Bagi pengunjung yang datang pada 13 September 2025 pukul 15.30, akan ada tur kuratorial bersama Stella Wenny. Kesempatan langka untuk mendengar langsung bagaimana gagasan tentang tubuh, kendali, dan pembebasan ini dirajut.
Seni sebagai Jalan Keluar
Apa arti tubuh hari ini? Apakah ia milik kita sepenuhnya, atau sudah terlalu banyak tangan tak terlihat yang mengatur geraknya? Pameran “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki” tidak menawarkan jawaban final, tapi membuka ruang percakapan.
Di tengah arus zaman yang sering memaksa tubuh kita tunduk pada label: entah gender, warna kulit, profesi, atau kelas sosial, seni hadir sebagai jalan keluar. Ia menggelitik, memprovokasi, sekaligus menghibur. Ia mengingatkan kita pada masa kecil, ketika tubuh hanya berarti gerak, tarian, dan kebebasan.
Mungkin sudah saatnya kita kembali ke titik itu. Menyanyikan lagu sederhana dengan keyakinan baru: bahwa tubuh ini, pada akhirnya, adalah milik kita sendiri.
Detail Pameran
Lokasi: Art Agenda, Wisma Geha – Lantai 4
Tanggal: 6 September – 25 September 2025
Waktu Kunjungan: Selasa–Sabtu, 12.00–17.00 WIB (tutup Minggu & Senin)
Tur Kuratorial: 13 September 2025, pukul 15.30 WIB
Kurator: Stella Wenny
Kontak: Inas – +62 815 1906 9694 (WA)***