Antara Nilai Seni dan Nilai Pasar
Karya KAWS bukan hanya memikat mata, tetapi juga pasar. Menurut Artnet, harga karyanya meroket drastis pada akhir 2010-an. Tahun 2017, harga rata-rata di lelang tembus $80 ribu, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tahun berikutnya, lima karyanya menembus angka $1 juta, dengan total penjualan $33,8 juta.
Puncaknya pada 2019, ketika nilai lelangnya mendekati $40 juta. Meski setelahnya turun, nama KAWS tetap termasuk yang paling dicari di dunia seni kontemporer. Popularitasnya di Instagram memperkuat posisi itu—lebih dari 1,8 juta unggahan dengan tagar #kaws, mengalahkan Jeff Koons maupun Damien Hirst.
Jejak di Antara Basquiat, Haring, dan Warhol
KAWS sering disamakan dengan Jean-Michel Basquiat dan Keith Haring, sama-sama lahir dari jalanan New York. Dari segi seni populer, ia disejajarkan dengan Andy Warhol dan Jeff Koons.
Kurator Michael Auping bahkan menyebut KAWS sebagai “mimpi terburuk Clement Greenberg”, kritikus modernis yang alergi pada percampuran seni tinggi dan rendah. Tetapi justru di situlah daya tariknya: KAWS berani mengaburkan batas antara patung monumental dengan karakter kartun.
Snoopy, Simpsons, bahkan SpongeBob—semuanya pernah diolah dengan mata silang khas KAWS. Tidak ada hierarki; semua ikon pop bisa menjadi bahan seni.
Dari Museum ke Fortnite
Transformasi KAWS tak berhenti di galeri. Ia menembus museum besar: Brooklyn Museum, Yorkshire Sculpture Park, hingga National Gallery of Victoria. Pada 2022, pameran tunggalnya di Serpentine Gallery, London, diadaptasi menjadi peta dalam gim Fortnite—dan menjadikannya pameran seni dengan jumlah pengunjung terbanyak sepanjang sejarah.
Seni KAWS bukan hanya untuk dipajang, tapi untuk dimainkan, dibagikan, dan dihidupi lintas medium.
Kolaborasi Lintas Dunia
Selain patung dan instalasi, KAWS kerap berkolaborasi dengan dunia mode. Ia pernah mendirikan label Original Fake, lalu menggandeng brand seperti Bathing Ape, The North Face, dan Supreme.
Momen paling ikonik muncul pada Paris Fashion Week 2019, ketika desainer Kim Jones menghadirkan patung bunga merah muda setinggi 10 meter bergaya “BFF” KAWS sebagai latar peragaan busana Dior. Dior Bee bahkan mendapat sentuhan ulang KAWS, diproduksi ulang dalam bentuk mainan edisi terbatas.
Di titik ini, seni KAWS hidup tidak hanya di museum, tapi juga di lemari pakaian dan feed Instagram para penggemarnya.