temu-serasi

Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (306)

Jumat, 12 Januari 2024 | 09:00 WIB
cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)

TINEMU.COM - Seperginya Ci In-hong dan membereskan surat yang ditulis To Liong, pada waktu To Liong mengantar surat itu keluar, pikiran Lau Khing-koh lantas bergolak, dan baru saja ia ambil keputusan tetap tentang apa yang akan dilakukannya nanti, sementara itu tampak To Liong telah datang kembali dengan membawa satu poci arak.

“Apakah kedua pengacau itu sudah tertangkap?” tanya Lau Khing-koh.

“Tidak, mereka keburu lolos, tapi tentu mereka sudah kapok dan tidak berani datang lagi,” kata To Liong.

“Tadi kudengar suara tindakan orang banyak di luar, agaknya tidak sedikit kawanmu,” kata Lau Khing-koh.

Diam-diam To Liong bersyukur kawanan busu Nuchen tidak dilihat oleh Si Nona, maka jawabnya, “Ya, kemarin baru saja datang beberapa orang teman sehaluan, mereka pun bermaksud menggabungkan diri dengan pasukan pergerakan, makanya tadi aku mendesak kau menulis surat.”

Dalam hati Lau Khing-koh memaki kepalsuan To Liong, namun ia tetap bersikap tenang, tanyanya, “Apa surat tadi sudah dikirim?”

“Ya, baru saja suruh orang berangkat mengantar,” sahut To Liong.

“Maka sekarang aku sengaja kembali kesini untuk minum arak bersama kau.”

“Engkoh Liong, banyak terima kasih atas perhatianmu kepadaku,” kata Lau Khing-koh dengan tersenyum manis.

Lalu ia menuang penuh satu cawan arak dan berkata pula, “Sekarang biarlah aku menyuguh dulu tiga cawan padamu.”

“Mestinya aku yang menyuguh kau lebih dulu sebagai tanda cintaku padamu,” kata To Liong.

“Tapi sebentar lagi kita sudah menjadi suami istri, rasanya tidak perlu saling sungkan. Baiklah, akan kuminum suguhanmu.”

Rupanya To Liong sengaja hendak mencekoki Lau Khing-koh agar mabuk, lalu akan diperkosanya.

Dalam keadaan “beras sudah jadi nasi” tentu Lau Khing-koh tidak berdaya lagi dan terpaksa menurut segala kehendaknya.

Arak yang dibawanya itu memang arak simpanan, rasanya manis, tapi sangat keras kadar alkoholnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB