TINEMU.COM - Begitulah ketika mereka sampai di halaman luar, benar juga segera mereka dipapak dan ditegur oleh dua jago pengawal.
Rupanya kedua orang ini memang ditugaskan di situ untuk mengawasi gerak gerik mereka.
“Kami hendak pergi menemui Koksuya kalian,” kata To Liong kepada pengawal-pengawal itu.
Jawaban itu rupanya cukup kena sehingga kedua penjaga itu tidak menaruh curiga dan membiarkan mereka lalu.
Dalam hati To Liong menggerutu akan kegoblokan kedua pengawal itu. Semula ia berharap mereka akan menanya dengan pelit sehingga tujuan Khing-koh akan gagal, tapi harapannya ternyata sia-sia.
Sambil berjalan diam-diam To Liong menimang-nimang dan akhirnya mendapat satu akal lagi.
Pikirnya, “Kenapa aku tak membawanya menemui Yang Thian-lui. Dengan kepandaian dan kecerdikan Yang Thian-lui, bila melihat gelaat tidak beres tentu dia sanggup menolong diriku!”
Padahal tempat tinggal Yang Thian-lui justru berlawanan arah dengan tempat tahanan Li Su-lam, yang satu di sebelah timur dan yang lain di sebelah barat.
Baru saja To Liong melangkah ke sebelah timur, tiba-tiba sepotong batu datang menyambar dan menyerempet lewat di batok kepala To Liong.
Kini To Liong sudah tiada kemampuan melawan serangan senjata rahasia, namun berdasarkan pengalaman, dari suara sambaran batu itu dapat diketahui kekuatannya cukup membikin kepalanya berlubang, ia yakin bila orang mau mengambil jiwanya tentu batu itu takkan meleset.
Dengan khawaatir cepat ia berseru, “Persahabatan tetap abadi ….. “
Sebagaimana diketahui kalimat itu adalah kode rahasia yang berlaku didalam istana Yang Thian-lui malam ini, bila ketemu orang sendiri kalimat itu tentu akan dijawab dengan ucapan “Menikmati rejeki bersama”.
Rupanya To Liong menyangka yang menyambitkan senjata rahasia itu adalah jagoan pengawal yang tidak kenal kawan sendiri dalam kegelapan, maka cepat ia menyerukan kode.
Tak terduga pihak sana tetap tidak memberi jawaban, bahkan kembali sepotong batu datang menyambar, cuma sekali ini arahnya berlainan dengan tadi, melayang ke sebelah barat, yaitu arah yang menunjukkan tempat tahanan Li Su-lam.
To Liong tambah kaget, ia cukup cerdas sehingga dapat menduga beberapa bagian apa artinya itu, diam-diam ia merasakan gelagat tidak menguntungkan, sebab ia menduga orang yang tidak kelihatan itu pasti bukan lagi jago pengawal yang disangkanya semula.