temu-serasi

Lely Lainisy Luncurkan Sotiras, Novel Haru bagi Pejuang Garis Dua

Jumat, 23 Mei 2025 | 14:22 WIB
Peluncuran novel Sotiras di Gramedia Matraman, Jakarta pada Jumat, 23 Mei 2025. (Dok. Alb)

TINEMU.COM - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu infertilitas di Indonesia, penulis Lely Lainisy mempersembahkan novel terbarunya berjudul Sotiras. Peluncuran novel Sotiras berlangsung di Gramedia Matraman, Jakarta pada Jumat, 23 Mei 2025 dan dihadiri para pembaca, komunitas literasi, dan media.

Diterbitkan oleh Dapur Kreatif, Sotiras tak hanya menyuguhkan kisah fiksi emosional, namun juga mengangkat realitas yang dihadapi jutaan pasangan di Indonesia: perjuangan dalam program bayi berbantu yang penuh harap, kecemasan, kekecewaan, namun juga keteguhan hati untuk menerima apa pun hasilnya.

“Saya menulis Sotiras bukan hanya sebagai karya fiksi saja, tapi sebagai bentuk empati kepada mereka yang menjalani perjuangan panjang dan sunyi dalam mendapatkan anak. Buku ini adalah suara mereka,” ungkap Lely dalam sesi peluncuran.

Baca Juga: d'Alba Menyelenggarakan Global Event 'd'Alba Trip' di Como, Italia

“Saya ingin pembaca bisa merasakan, memahami, bahkan turut menangis dan tersenyum bersama Alea dan Zabir, tokoh utama dalam novel ini,” imbuhnya.

Data dari Kementerian Kesehatan tahun 2022 memang menunjukkan fakta 10 hingga 15 persen dari 39,8 juta pasangan usia subur di Indonesia mengalami infertilitas. Ini berarti sekitar 4–6 juta pasangan sedang menghadapi tantangan serupa dengan yang dialami oleh tokoh dalam Sotiras.

Angka infertilitas di Indonesia tersebut konsisten dengan perkiraan global (WHO menyebut sekitar 1 dari 6 orang dewasa di dunia mengalami infertilitas).

Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Raih Outstanding Leader in Financial Services

“Infertilitas bukan hanya soal medis. Ada banyak aspek emosional dan spiritual yang sering kali diabaikan. Di sanalah Sotiras hadir—mengisi ruang sunyi itu, memberi empati, dan semoga juga harapan,” ujar Lely.

Novel Sotiras bercerita tentang perjalanan Alea, seorang perempuan yang menghadapi kenyataan pahit tentang sulitnya menjadi seorang ibu.

Bersama sang suami, Zabir, Alea menjelajahi proses mendapatkan buah hati yang penuh lika-liku, rasa sakit, kecewa hingga pilihan sulit saat harus kehilangan. Namun di balik segala kepedihan itu, lahir kekuatan, cinta tanpa syarat, dan harapan akan keajaiban.

Baca Juga: Dion Wiyoko dan Sheila Dara Jadi Suami Istri, Kok Bisa?

“Saya ingin pembaca tahu bahwa meski cerita ini fiktif, inspirasi dan emosinya nyata. Saya berbicara dengan banyak pasangan, mendengar cerita mereka, dan mencoba menuangkannya dalam kata-kata. Saya ingin mereka merasa tidak sendirian,” ujar Lely.

“Melalui kisah ini, saya ingin menyampaikan bahwa keikhlasan dan kekuatan mental adalah kunci dalam setiap perjuangan,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB