Yuk Ikuti Lomba Desain Ulang Logo Solo The Spirit of Java dan Maskot Rajamala

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 15 November 2022 | 17:32 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar kompetisi untuk desain ulang logo Solo The Spirit of Java dan lomba desain maskot Rajamala. (surakarta.go.id)
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar kompetisi untuk desain ulang logo Solo The Spirit of Java dan lomba desain maskot Rajamala. (surakarta.go.id)

TINEMU.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar kompetisi untuk desain ulang logo Solo The Spirit of Java dan lomba desain maskot Rajamala. Kompetisi tersebut digelar untuk mendukung keberlangsungan city branding di Kota Solo.

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming melalui akun twitternya @gibran_tweet menyampaikan bahwa selain melibatkan masyarakat dalam membangun city branding, lomba ini juga sebagai landasan baru Pemkot Solo dalam merumuskan program pembangunan ke depan berdasarkan nilai-nilai ‘Jiwanya Jawa’.

Total hadiah yang bisa diperoleh seluruh pemenang yaitu sebesar Rp34 juta, beserta trophy dan piagam penghargaan. Peserta dapat mengirimkan karya maksimal 27 November 2022 pukul 23.59 WIB. Tata cara untuk mengikuti kedua lomba bisa dilihat di https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/lombalogomaskot/

Baca Juga: Presiden Jokowi Bertemu Presiden MBZ di Bali Dengarkan Pembacaan Nota Kesepahaman

Adanya kompetisi ini didasari dengan beberapa alasan, antara lain sebagai landasan baru Pemerintah Kota Surakarta dalam merumuskan program pembangunan kedepannya, dengan berlandaskan nilai-nilai ‘jiwanya Jawa.’ Hal ini sesuai dengan simpulan yang diperoleh pada saat pertemuan representasi Stakeholder pada 12 Juli dan 25 Oktober 2022.

Selain itu, alasan tersebut sejalan dengan twit Walikota Surakarta tanggal 9 Oktober 2022. Meskipun sebetulnya dinilai masih relevan, namun perlu dilakukan penyegaran terhadap tampilan logo Solo The Spirit of Java tanpa pengubah tagline dan makna yang terkandung didalamnya. Penyegaran ini diharapkan dapat bertahan terhadap perkembangan zaman hingga 15 tahun mendatang.

Sementara, untuk lomba maskot merupakan suatu bentuk memajukan nilai-nilai kebudayaan yang diharapkan dapat melestarikan, mengelola, mengembangkan dan memanfaatkan potensinya untuk peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Presiden Jokowi: G20 Harus Hasilkan Sesuatu Yang Nyata Bagi Dunia

Pemilihan tokoh Rajamala bukan merupakan tanpa arti. Pasalnya, keputusan ini telah dirundingkan oleh budayawan dan praktisi terkait untuk memilih Rajamala sebagai ikon maskot Kota Solo.

Dengan menggunakan tokoh Rajamala, masyarakat akan lebih mudah melakukan eksplorasi dan inovasi ragam bentuk visual yang bersifat temporer, serta sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan masing-masing tanpa meninggalkan karakteristik aslinya.

Perwujudan Rajamala dalam kompetisi ini, diposisikan sebagai tokoh yang memiliki kepribadian ramah, sebagaimana sesuai dengan karakter masyarakat Solo yang lemah lembut, andhap asor, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesetiakawanan maupun kebersamaan.

Baca Juga: Potensi Hujan Saat KTT G20 di Bali Cukup Tinggi, BRIN, BMKG dan TNI-AU Lakukan Modifikasi Cuaca

Orisinalitas dan keunikan budaya inilah yang menjadi landasan untuk terus melestarikan Rajamala dan memajukan perannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini dapat sekaligus mempertegas publik terhadap domain Rajamala yang menjadi salah satu kekayaan intelektual milik bersama, berupa ekspresi budaya tradisional Surakarta Hadiningrat serta membawa manfaat positif bagi masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Surakarta.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X