Sementara itu, Direktur Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan bahwa batik baru ini akan menggantikan batik sebelumnya yang sudah digunakan sejak 2011.
Baca Juga: Film Terbaru Robert Pattinson Disutradarai Bong Joon Ho
“Batik sebelumnya sudah lebih 10 tahun digunakan, dan ternyata belum sepenuhnya mewakili identitas Indonesia. Banyak yang belum mengenali seragam batik Indonesia. Karena itu, kami menyelenggarakan sayembara untuk batik baru,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa seragam batik akan diproduksi, dengan metode cap, dengan melibatkan banyak UMKM yang memenuhi syarat sesuai standar yang dibuat Kemenag.
Baca Juga: Tim Pelajar Indonesia Raih 6 Medali di The 20th International Junior Science Olympiad
“Diperkirakan per jemaah membutuhkan 3 meter kain untuk satu batik, jadi sekitar 600 KM banyaknya jika dibentangkan. Artinya akan melibatkan banyak UMKM untuk membuatnya, ini juga bentuk kepedulian kita terhadap UMKM,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Nurohmad Perintis Cap Batik Daur Ulang Kertas dan Pencipta Batik Weton
Kemenag Gelar Sayembara Desain Batik Haji Indonesia, Ini Cara Pendaftarannya
Peringati Hari Batik Nasional, Mendikbudristek Resmikan Museum Batik Indonesia
Panja Sepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H Rp93,4 Juta
Menag Umumkan Biaya Haji 2024 Rp93,4 Juta, Jemaah Bayar Rp56 Juta