TINEMU.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan adanya peningkatan aktivitas visual dan kegempaan pada Gunung Lewotobi Laki-laki secara signifkan.
Karena itu, PVMBG mengubah jarak aman masyarakat beraktivitas di sekitar Gunung Lewotobi. Masyarakat diimbau tidak beraktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi G.Lewotobi Laki-laki serta sektoral 6 km pada arah utara - timur laut.
Gunung Lewotobi merupakan gunung berapi kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores, Indonesia. Gunung ini terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Gunung Lewotobi terdiri dari dua puncak, yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.
Baca Juga: 18 Januari 1973: Tidak dan Kekosongan
Kepala PVMBG Hendra Gunawan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap data pemantauan visual dan instrumental menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas visual dan kegempaan pada G. Lewotobi Laki-laki secara signifkan sehingga harus dilakukan perubahan jarak rekomendasi dalam status Level VI (AWAS).
“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi G.Lewotobi Laki-laki serta sektoral 6 km pada arah utara - timur laut," ujar Hendra melalui keterangan tertulis pada Rabu, 17 Januari 2024.
Gunung Lewotobi Laki-laki dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Review Buku: The Book of Lost Things, Menguak Arti Keberanian
Pada 9 Januari 2024 pukul 23.00 WITA tingkat aktivitas Gunung Lewotobi laki-laki dinaikan dari Level I (Siaga) menjadi Level VI (Awas).
Hendra menerangkan, pemantauan kegempaan menunjukan terjadi peningkatan yang signifikan pada jumlah Gempa Letusan, Gempa Guguran dan Gempa Awan Panas.
“Pemantaun visual juga menunjukan tejadinya aliran lava ke arah timur laut sejauh 3 km, guguran lava ke arah utara-timur laut sejauh 1500 meter, dan awan panas guguran sejauh 2 km ke arah utara-timur laut," tambah Hendra.
Baca Juga: Begini Caranya Membangun Fondasi Pemerintah Tanpa Korupsi
Pemantauan kegempaan menunjukkan pada 16 Januari 2024 pukul 00.00 - 24.00 WITA terjadi peningkatan kegempaan yang signifikan yaitu, terekam 13 kali Gempa Awan Panas Guguran, 108 Gempa Letusan, 92 kali Gempa Guguran, 172 kali Gempa Low Frequency, 10 kali Gempa Tremor Harmonik, dan 1 kali Gempa Vulkanik Dalam.
Pada pukul 20.58 WITA hingga pukul 21.24 WITA terekam Gempa Tremor dengan amplitudo maksimum 47 mm (overscale) 3.
Artikel Terkait
Ternyata Letusan Gunung Tambora Paling Dahsyat Sedunia!
Erupsi Gunung yang Unik di Dunia
Ingin Mendaki Gunung? Perhatikan Kiat-Kiat Berikut Ini!
Berkaca dari Kejadian Erupsi Gunung Marapi
Misi Khansa Syahlaa Taklukkan Gunung Aconcagua Argentina