18 Januari 1973: Tidak dan Kekosongan

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Kamis, 18 Januari 2024 | 07:02 WIB
Buku Pergolakan Pemikiran Islam karya Ahmad Wahid (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)
Buku Pergolakan Pemikiran Islam karya Ahmad Wahid (Koleksi Pribadi Bandung Mawardi)

TINEMU.COM - Ia membuat tulisan tangan. Diri bersama kertas. Tangan itu gemetaran, berkeringat, atau ringan.

Benda digerakkan menghasilkan kata-kata. Semula, tulisan tanpa maksud terbaca orang atau terbit di media cetak. Kita mengetahui itu catatan harian.

Penulis di kertas itu bernama Ahmad Wahib. Tata cara itu berbeda saat ia bekerja di Tempo.

Di hadapan, ia memberi jari-jari di mesin tik. Foto saat ia mengetik itu menjadi kenangan bersama.

Ahmad Wahib pamit saat masih muda. Ia meninggalkan tulisan-tulisan menimbulkan kagum, kecewa, marah, benci, prihatin, murung, gairah, dan lain-lain.

Baca Juga: Review Buku: The Book of Lost Things, Menguak Arti Keberanian

Catatan harian itu sampai kepada kita setelah dikemas menjadi buku. Kita berhadapan dengan huruf-huruf cetak, bukan tulisan tangan.

Pembaca tak harus menuntut bisa membaca edisi tulisan tangan bermaksud otentik.

Huruf-huruf cetak mencukupi bagi pembaca memasuki hari-hari Ahmad Wahib.

Buku itu kecil. Buku itu hijau. Pada saat cetak ulang, buku bertambah tebal.

Orang-orang mungkin berharapan mendapat cetakan pertama jika ingin menjadi kolektor.

Buku dicetak sederhana, tak ada kepentingan dibuat istimewa agar memenuhi selera kolektor lawasan.

Baca Juga: Begini Caranya Membangun Fondasi Pemerintah Tanpa Korupsi

Abad XX berlalu tapi kita masih mungkin mengunjungi dengan membaca tulisan-tulisan Ahmad Wahib.

Kita memilih membaca catatan bertanggal 18 Januari 1973. Ahmad Wahib sedang sedih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X