Dominan Tersebar di TikTok, Peredaran Hoaks Pemilu 2024 Masih Besar

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 13 Februari 2024 | 21:14 WIB
Ilustrasi paslon Capres - Cawapres pada Pemilu 2024 (Binokular)
Ilustrasi paslon Capres - Cawapres pada Pemilu 2024 (Binokular)

TINEMU.COM - PT Binokular Media Utama (“Binokular”) melakukan riset media monitoring terhadap pemberitaan di media massa dan percakapan di media sosial tentang peredaran hoaks yang ternyata masih besar di Pemilu 2024.

Binokular juga mencatat topik-topik besar dari kampanye masing-masing pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden yang menjadi perhatian media dan warganet.

Manajer News Data Analytics Binokular (Newstensity) Nicko Mardiansyah menyebutkan, secara umum informasi hoaks awalnya muncul di media sosial dan diamplifikasi dalam pemberitaan media konvensional.

Baca Juga: Pesta Bergoyang, Daya Tarik Baru Pariwisata Bali

Berdasarkan pantauan di media massa online, print, dan elektronik, terdapat tiga top tren hoaks (berita bohong).

Pertama, hasil perhitungan suara di luar negeri sudah keluar. Isu ini keluar pada rentang 8-11 Februari 2024 sebanyak 115 artikel (berita klarifikasi) dengan puncak pemberitaan pada 9 Februari. Secara umum, validitas informasi klarifikasi bersumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Isu serupa muncul di media sosial terutama dalam bentuk konten video yang menunjukkan hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024 di luar negeri yakni di Malaysia dan Taiwan.

Baca Juga: Negara: Buku dan Dulu

Eksposur konten dominan didistribusikan melalui Tiktok (65%), Facebook (19%), X/Twitter (13%), Youtube (3%) dengan total 31 postingan yang menyumbang sebanyak 18.951 engagement (interaksi pengguna media sosial) dan ditonton 776.997 kali.

Kedua, KPU tak lagi keluarkan undangan fisik untuk mencoblos. Isu ini diberitakan pada 6-11 Februari 2024 sebanyak 22 artikel (berita klarifikasi) dengan puncak pemberitaan pada 8 Februari dan dominan diberitakan oleh media online.

Sama dengan isu pertama, mayoritas informasi bersumber dari KPU dan KPU Daerah. Isu di atas didistribusikan di media sosial sebanyak 34 postingan dengan 2.543 engagement dan ditonton sebanyak 167.371 kali.

Baca Juga: Film Dealova Baru bukan Sekuel Dealova yang Lama

Ketiga, Prabowo-Gibran di surat suara menjadi nomor 3. Isu ini muncul sejak 3-7 Februari 2024 sebanyak 22 artikel. Terdapat 5 berita dengan kekacauan informasi jenis disinformasi yang beredar mulai 3 Februari 2024, dan 17 berita yang mengklarifikasi disinformasi tersebut.

Pemberitaan jenis klarifikasi mulai beredar sejak 4 Februari 2024. Isu ini mencatat 11 postingan, engagement sebesar 563 dan ditonton 1.131.104 kali. TikTok menjadi platform dominan penyebaran konten (73%), diikuti Twitter/X (18%), dan Instagram (9%).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Binokular

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X