Manajer Social Media Data Analytics (Socindex) Binokular Danu Setio Wihananto menyebutkan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, desain surat suara yang terlihat pada video tersebut berbeda dengan desain resmi yang dirilis KPU.
Baca Juga: Film Terbaru Wulan Guritno Kisahkan Kehidupan di Penjara
Perbedaan yang paling terlihat adalah foto masing-masing pasangan Capres dan Cawapres memiliki perbedaan dengan foto pada desain resmi dari KPU. Dengan demikian, surat suara yang ada dalam video tersebut bukan merupakan surat suara yang dikeluarkan oleh KPU.
Mencermati masifnya distribusi konten hoaks, Vice President of Operations PT Binokular Media Utama, Ridho Marpaung mengimbau media massa, pembaca berita dan warganet untuk tetap rajin dalam melakukan verifikasi informasi pada sumber-sumber informasi resmi dan memiliki rekam jejak yang baik juga memperbanyak literasi.
“Binokular mengajak setiap setiap paslon, tim kampanye, dan partai-partai politik serta pemangku kepentingan dan masyarakat untuk kompak dalam mendukung dan menjaga agar gelaran Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan damai dan juga anti-hoaks dalam bingkai sifat pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia (jurdil dan luber),” jelas Ridho.
Baca Juga: Pendaftaran Program KIP Kuliah Merdeka Tahun 2024 Resmi Dibuka
Program Unggulan Paslon
Pada masa debat Capres-Cawapres berlangsung, Binokular mencatat tiga besar isu untuk setiap paslon, yang sedikit terdapat perbedaan antara yang muncul dalam pemberitaan media massa dan yang menjadi pembicaraan di media sosial.
Dalam pemberitaan media massa, paslon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar disorot dalam isu 40 Kota Naik Kelas (2.086 artikel), Bansos Plus (1.245 artikel), dan Contract Farming (522 artikel).
Paslon nomor dua yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lebih banyak disorot terkait Program Makan Siang dan Susu Gratis (10.793 artikel), Program Hilirisasi (10.170 artikel), dan Food Estate (5.315 artikel).
Baca Juga: Ulasan Buku F.Budi Hardiman : Ini Dia Skandal Demokrasi Kita
“Sedangkan Paslon nomor 3 yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD dominan diberitakan terkait KTP Sakti (5.806 artikel), Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana (4.068 artikel), dan Internet Gratis (3.278 artikel),” ujar Ridho.
Binokular mencatat di media sosial, paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar cukup signifikan dibincangkan terkait Bansos Plus (5.208 talks –percakapan-) dengan engagement terbesar 1.777.640 talks, diikuti isu Pendidikan Gratis (3.718 talks) dan Penyediaan Lapangan Pekerjaan (3.500 talks).
Sedangkan Pasangan Prabowo-Gibran disorot dalam percakapan dominan tentang Makan Siang dan Susu Gratis (61.342 talks) yang mencatat engagement terbesar 20.620.498, diikuti isu Hilirisasi Komoditas (45.065 talks), dan Kenaikan Gaji Guru, ASN dan TNI-Polri (2.908 talks).
Baca Juga: Abeliano Kisahkan Indahnya Cinta
Artikel Terkait
Film Setengah Hati Angkat Gonjang Ganjing Pemilu
Kominfo Tangani 1.615 Konten Isu Hoaks Sepanjang 2023
Jaga Ruang Digital, Kominfo Tangani 203 Isu Hoaks Pemilu 2024
Menkominfo: Ingat BAS! Agar Tak Jadi Korban Hoaks
Bagaimana Potensi Cuaca Saat Imlek dan Pemilu 2024? Ini Prakiraan BMKG