Kala Emak-Emak Teriak: Jauhi Judi, Bentengi Diri!

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 08:34 WIB
Puluhan Emak-Emak berteriak jauhi judi diikuti sorakan semangat dalam Sosialisasi Anti Judi Online yang diadakan oleh Kominfo. (kominfo.go.id)
Puluhan Emak-Emak berteriak jauhi judi diikuti sorakan semangat dalam Sosialisasi Anti Judi Online yang diadakan oleh Kominfo. (kominfo.go.id)

TINEMU.COM - Di bawah terik matahari pagi, suara lantang perempuan menggema di Lapangan Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. "Jauhi Judi! Bentengi Diri!"

Teriakan itu menggetarkan udara, diikuti sorakan semangat dari puluhan Emak-Emak dalam Sosialisasi Anti Judi Online yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Jumat pagi, 4 Oktober 2024.

Di antara mereka, tampak wajah-wajah penuh tekad. Mata mereka menyiratkan harapan besar untuk melindungi keluarga dari ancaman judi online yang makin merajalela. Kali ini, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyaksikan antusiasme emak-emak Pegadungan, Kalideres Jakarta Barat.

Baca Juga: Hindari Jerat Judi Online, Menteri Budi Arie Sarankan Empat Langkah

Menteri Budi Arie Setiadi berdiri di tengah-tengah merek. Dikerubuti emak-emak yang ingin mendekat dan mendengar langsung pesan-pesannya. Mereka tidak sekadar diam. Setiap kali Menteri Budi Arie bicara, mereka menyambutnya dengan riuh tepuk tangan dan seruan “Betul!”

Menkominfo tampak menikmati momen ini, tersenyum dan sesekali tertawa ketika ada komentar spontan dari emak-emak.

"Banyak di daerah-daerah perceraian terjadi karena suaminya main judi online. Betul atau tidak?" tanya Menteri Budi Arie, melayangkan pandangannya ke arah kerumunan. "Betul!" sahut emak-emak kompak. Mereka tidak ragu menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya memberantas judi online.

Baca Juga: 'Pulau Hantu' Rasa Baru Tawarkan Kengerian dan Drama Keluarga

Emak-emak Pegadungan memang bukan sekadar penonton dalam perjuangan ini. Mereka memahami betul ancaman yang dibawa judi online ke dalam rumah tangga mereka. "Kami di sini bukan cuma ikut acara," ujar Dewi, salah satu peserta.

"Kami benar-benar ingin judi online ini dihentikan. Ini bukan hanya soal uang. Ini soal anak-anak kami, masa depan mereka. Kami mau rumah tangga kami aman dari dampak buruknya,” ungkap Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pegadungan itu.

Sementara, Siti pegiat forum pengajian mengungkap judi online sangat meresahkan terutama bagi anak. Apalagi, menurutnya, saldo untuk bermain judi online terbilang murah dan mudah.

Baca Juga: Single Terbaru TRIOUT beri Pesan Semangat dengan Jenaka

“Kalau judi online menurut saya harus segera diberantas karena benar-benar meresahkan. Terutama buat anak-anak remaja. Jadi uang sekolahnya itu bukan dibuat jajan tapi buat main judi online. Sekarang judi online juga Rp20 ribu juga mereka bisa main judi online kan,” ungkapnya.

Menteri Budi Arie yang mengenakan rompi Kominfo dan kemeja putih, terus mendekat ke arah emak-emak yang mengelilinginya. Menkominfo menyampaikan bahwa ancaman judi online bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang moralitas dan kesejahteraan keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kominfo.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X