Baca Juga: Tokoh (Menggugah) Indonesia
4. KA U123: Kutabalang – Kruenggeukueh (11.30 – 12.34)
5. KA U126: Kruenggeukueh – Kutabalang (13.24 – 14.26)
6. KA U125: Kutabalang – Kruenggeukueh (14.40 – 15.44)
7. KA U128: Kruenggeukueh – Kutabalang (16.34 – 17.36)
8. KA U126: Kutabalang – Bungkaih (17.50 – 18.36)
Selain sebagai moda transportasi, KA Cut Meutia juga berpotensi menjadi sarana wisata edukatif bagi anak-anak. Banyak sekolah di Aceh yang memanfaatkan perjalanan dengan kereta ini sebagai bagian dari kegiatan edukasi, mengenalkan moda transportasi kereta api kepada siswa sejak dini.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis, Biaya Nol Rupiah
Di sepanjang rute perjalanan KA Cut Meutia, terdapat beberapa destinasi wisata yang dapat dikunjungi oleh penumpang. Salah satunya adalah Rumah Cut Meutia, sebuah museum yang terletak di Desa Masjid Pirak, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.
Rumah ini merupakan peninggalan sejarah yang memperingati perjuangan Cut Meutia dalam melawan penjajah.
Menurut Anne, keberadaan KA Cut Meutia merupakan wujud nyata dukungan KAI terhadap pengembangan transportasi publik yang lebih baik di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan kereta api reguler.
Baca Juga: LRT Jabodebek in Love Hadirkan Kompetisi Seru dan Bagikan Es Cokelat Gratis
“Dengan dukungan masyarakat dan sinergi yang kuat, KAI yakin bahwa layanan KA Cut Meutia dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi mobilitas serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Aceh,” tutup Anne.***
Artikel Terkait
Mulai 1 Februari, KAI Akan Berlakukan Gapeka 2025
KAI Miliki 16 Terowongan Kereta Api Bersejarah
KAI Pasang CCTV di Parkiran Sepeda Stasiun LRT Jabodebek
KAI Luncurkan 5 Kereta Api Baru, Dari KA Cakrabuana Hingga KA Ijen Ekspres
KAI Hadirkan Kereta Api Batavia Rute Jakarta-Solo Mulai 6 Februari 2025