"Infrastruktur telekomunikasi adalah tulang punggung ekosistem digital kita, sehingga keamanannya tidak boleh dikompromikan. Kami tidak akan mentolerir pihak-pihak yang menyalahgunakan frekuensi radio untuk aksi kejahatan karena dapat merugikan masyarakat luas," tegas Meutya Hafid.
Baca Juga: Single Debut Annasta Kisahkan Cinta Remaja yang Melampaui Logika
Meutya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap SMS mencurigakan dan selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima.
Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan ciri-ciri SMS penipuan agar masyarakat lebih waspada dan mencegah bertambahnya korban.
Pihaknya juga mendorong operator seluler untuk meningkatkan keamanan jaringan mereka, termasuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas frekuensi radio yang mencurigakan seperti fake BTS.
Baca Juga: Film 'Samar' angkat Tema Horor Psikologi Siap Tayang 13 Maret!
Komdigi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengklik tautan apa pun yang mencurigakan dari SMS tak dikenal.
Masyarakat diminta untuk tidak pernah memberikan data pribadi, informasi perbankan, maupun kode OTP kepada pihak mana pun melalui SMS atau tautan yang tidak resmi.
Apabila menerima SMS yang diduga merupakan penipuan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia, agar kasusnya dapat segera ditindaklanjuti dan tidak memakan korban lebih banyak.***
Artikel Terkait
Muncul Penipuan Link SATUSEHAT Mobile di WhatsApp, Masyarakat Diimbau Hati-Hati
KAI Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen
Waspada Penipuan, KCIC Imbau Masyarakat Beli Tiket Kereta Cepat Whoosh Lewat Saluran Resmi
KAI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Rekrutmen
Polisi Tahan Selebgram, Dugaan Kasus Penipuan Dan Penggelapan Tas Branded