Setelah dinas selesai, mereka juga wajib membuat laporan kondisi sarana dan operasional.
Baca Juga: Stasiun Ketapang Permudah Masyarakat Bali dan Nusa Tenggara Berlebaran Mudik ke Pulau Jawa
Tak kalah penting, seluruh masinis juga dibekali pelatihan menghadapi berbagai skenario darurat. Mulai dari prosedur evakuasi, penanganan gangguan teknis, hingga komunikasi dengan pusat kendali operasi (OCC) menjadi bagian dari kesiapan yang terus diasah, demi menjaga standar keselamatan tertinggi.
Pola dinas para masinis pun disusun secara terukur. Setiap shift dirancang untuk tidak melebihi batas jam kerja yang ditentukan agar fokus dan konsentrasi tetap terjaga.
Rotasi jadwal diatur dengan waktu istirahat yang cukup, dan seluruh masinis dievaluasi secara berkala baik dari sisi fisik maupun teknis setelah menyelesaikan tugas.
Baca Juga: Bank DKI Sampaikan Progres Perbaikan Sistem Layanan Transfer Antar Bank
“Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa SDM Indonesia mampu mengoperasikan moda transportasi modern dengan teknologi terbaru serta standar keselamatan yang tinggi,” tutup Eva.
Dengan proses seleksi yang ketat, pelatihan berstandar internasional, serta sistem kerja yang disiplin, masinis Whoosh bukan hanya operator, tetapi juga simbol kesiapan dan kemandirian Indonesia dalam mengoperasikan transportasi publik berteknologi tinggi.***
Artikel Terkait
Tingkatkan Kompetensi, 72 Masinis Jalani Pelatihan Mengoperasikan Kereta Cepat Whoosh
Masinis Indonesia Berhasil Operasikan Whoosh dengan Kecepatan 350 KM/Jam
Proses Seleksinya Ketat, Perempuan Bisa Menjadi Masinis KAI
Beroperasi Otomatis Tanpa Masinis, Ini Peran Train Attendant di LRT Jabodebek
KAI Wujudkan Impian Iskandar, Anak Penderita Kanker Hati Nikmati Pengalaman Jadi Masinis Commuter Line