HaKaBe Run 2025: Lomba Lari 5 Km untuk Simulasi Evakuasi Tsunami

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 26 April 2025 | 10:49 WIB
HaKaBe Run 2025 (Dok. Humas BNPB)
HaKaBe Run 2025 (Dok. Humas BNPB)

TINEMU.COM - Sebanyak 700 pelari mengikuti HaKaBe Run 2025 di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 25 April 2025. HaKaBe Run 2025 digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengawali rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

Melalui lomba lari HaKaBe Run 2025, BNPB mengajak warga NTB dan semua pihak untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan latihan atau simulasi.

Pemilihan Pantai Loang Baloq tidak terlepas karena kawasan ini berada di zona rawan tsunami. Wilayah tersebut mempunyai indeks bahaya tsunami kategori tinggi.

Baca Juga: Pandangan Beragam Agama dan Kepercayaan Akan Pertanyaan Klasik Ke mana Kita Setelah Mati?

HaKaBe Run 2025 sekaligus menjadi penanda, khususnya masyarakat Kota Mataram yang berada di kawasan, untuk memiliki langkah kesiapsiagaan.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan, lari dengan jarak tempuh 5 km ini disimulasikan apabila terjadi ancaman bahaya gempa bumi dan tsunami sehingga masyarakat di sekitar pantai dapat menyelamatkan diri.

"Harapannya lari 5 km itu masyarakat yang tinggal di pinggir pantai bisa selamat," ujar Suharyanto.

Baca Juga: Single 'Strength' Imaniar Tampilkan Spirit Baru yang Berbeda

Lari merupakan langkah sederhana untuk merespons apabila ada bahaya tsunami. Tentunya ini dilakukan dengan menjauhi arah datangnya bahaya. Pemerintah daerah setempat juga telah memasang rambu arah evakuasi di kawasan sekitar pantai.

Kegiatan HaKaBe Run 2025 menjadi bagian kegiatan HKB yang puncak acaranya berlangsung di Kantor Gubernur NTB pada Sabtu, 26 April 2025.

Latihan atau simulasi kesiapsiagaan menjadi pesan utama dalam HKB yang jatuh setiap 26 April dengan tagar #SiapUntukSelamat.

Baca Juga: Dua Jam Konser Iskandar Widjaja dan Stephanie Onggowinoto Tinggalkan Kesan Istimewa

Dengan latihan kesiapsiagaan, setiap individu, keluarga dan komunitas dapat lebih siap untuk melakukan pencegahan, mitigasi dan merespons setiap ancaman bahaya.

Pengayunan bendera start dilakukan Kepala BNPB yang didampingi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X