“Di berbagai acara saya sudah mewajibkan untuk menggunakan busana Betawi. Seperti saat melantik pejabat, saya wajibkan memakai baju adat ujung serong. Sehingga, wajah Betawi bukan hanya untuk perayaan, tetapi memang ada di dalam masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Pramono mengaku bangga karena Jakarta Dalam Warna meraih rekor MURI sebagai kolaborasi peragaan pencak silat dan tari oleh peserta terbanyak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh MURI kepada Gubernur Pramono.
Ia berharap Jakarta Dalam Warna yang juga terkait dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 DKI Jakarta membuat masyarakat semakin semangat dalam menjaga, merawat, “Saya ingin masyarakat Jakarta betul-betul bisa menikmati budayanya, karena akar yang ada di masyarakat adalah budaya. Sekaligus, dapat menjaga Jakarta menjadi kota yang aman dan nyaman,” terangnya.
Baca Juga: Epy Kusnandar Hantui Anaknya di Film 'Selepas Tahlil', Kok Bisa?
Sementara itu, Wagub Rano menambahkan, kekuatan Jakarta ada di olahraga pencak silat, yang bukan hanya ilmu bela diri, tetapi juga melambangkan keindahan budaya Betawi. Ia berterima kasih kepada seluruh pesilat dari ratusan padepokan silat di Jakarta juga penari dari semua sanggar yang sukses berkolaborasi di acara Jakarta dalam Warna.
“Ini adalah awal kita membangun Jakarta menuju 500 tahun pada 2027. Mudah-mudahan ke depannya, bukan hanya kebudayan Betawi yang ditampilkan, tetapi nanti ada budaya dari Sumatera Barat, Jawa Barat, dan sebagainya. Semua budaya yang ada di Jakarta akan tampil di sini. Sekarang kita awali dengan kebudayan Betawi,” kata Wagub Rano.**
foto dan video Humas Pemprov DKI Jakarta
Artikel Terkait
Film 'Siapa Dia' Gagal Tayang! Kok Bisa?
Super Music Break Out Day 2025 Siapkan Bandung sebagai Kota Musik Tanpa Batas !
NEO Gallery Gelar Pameran “ProGress”: Sebuah Perayaan Gerak, Gagasan dan Keberanian Artistik
Heart of Darkness, Novel dengan Isu Kolonialisme, Kemanusiaan, Krisis Moral, dan Kerusakan Ekologi