TINEMU.COM - Gara-gara menabrak seekor biawak, perjalanan Kereta Cepat Whoosh G1036 relasi Tegalluar Summarecon – Halim mengalami keterlambatan sekitar 40 menit pada Kamis, 24 Juli 2025. Kereta Whoosh G1036 menabrak biawak di KM 86+200 antara Stasiun Padalarang dan Karawang.
Karena benturan terjadi dalam kecepatan tinggi, tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada komponen rangka bawah kereta yang terdampak. Proses pembersihan jalur dari bangkai hewan juga membutuhkan waktu tambahan.
Sebelum perjalanan dapat dilanjutkan, tim teknis memastikan kondisi prasarana sudah kembali steril dari benda asing. Setelah seluruh prosedur dinyatakan aman, kereta kembali melanjutkan perjalanan seperti biasa.
Baca Juga: Segera Tayang 2 Oktober, 'Rangga dan Cinta' Hadirkan Rasa Baru serta Lagu Baru Spirit 'AADC'!
Sepanjang semester I tahun 2025, telah terjadi 10 insiden biawak tertabrak kereta Whoosh, dan seluruhnya terjadi di jalur antara Padalarang dan Karawang.
Jalur ini melewati kawasan dengan tutupan vegetasi yang cukup lebat, seperti semak belukar, hutan kecil, dan aliran air terbuka, yang menjadi habitat alami bagi satwa seperti biawak.
Sebagai bentuk mitigasi, KCIC telah memasang pagar pengaman di sepanjang lintasan dan terus memperkecil celah-celah pagar untuk mencegah hewan liar masuk ke jalur kereta.
Baca Juga: Le Grand Chef 2025 Ajak Para Talenta Kuliner Berlomba Jadi Chef Ambassador
Selain itu, KCIC juga rutin melakukan patroli serta membersihkan area semak belukar di sekitar jalur sebagai langkah meminimalisir potensi gangguan akibat hewan liar.
Pasang 1.800 unit CCTV
Beberapa pakar lingkungan menanggapi peristiwa tertabraknya biawak oleh Kereta Cepat Whoosh. KCIC mengapresiasi masukan dari akademisi dan pemerhati lingkungan sebagai bagian dari pengingat bahwa kelestarian lingkungan harus tetap menjadi perhatian, agar habitat satwa liar di sekitar jalur tetap terjaga.
KCIC berkomitmen terus menjaga kelestarian lingkungan disekitar jalur Whoosh melalui berbagai program yang telah dilakukan.
Baca Juga: Artika Sari Devi Jadi Setan di Film 'Dia Bukan Ibu'! Kok Bisa?
“Beragam upaya telah dan terus dilakukan KCIC untuk meminimalkan potensi gangguan dari hewan liar, antara lain pemasangan pagar pembatas di titik-titik rawan, pembersihan area jalur secara rutin, patroli berkala, serta evaluasi sistem mitigasi secara berkelanjutan,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa.
Artikel Terkait
Tak Ambil Tempat Duduk Sendiri, Anak Di Bawah 3 Tahun Gratis Naik Whoosh!
Liburan Sekolah Naik Whoosh, Rute Pendek Cuma Rp75 Ribu
84 Kepala Daerah Naik Whoosh Menuju Retret Nasional di Jatinangor
Penumpang Whoosh Tembus 2,9 Juta per Juni 2025, KCIC Inovasi Lewat Skema Tarif dan Layanan
KCIC dan Kepolisian Patroli Atasi Gangguan Layang-Layang di Sekitar Jalur Whoosh