“Saya tidak sedang membela sekadar klien,” tegasnya. “Saya sedang membela hak seorang seniman untuk mendapat pemulihan, bukan pemiskinan hidup lewat kurungan,” pungkas Deolipa Yumara.**
“Saya tidak sedang membela sekadar klien,” tegasnya. “Saya sedang membela hak seorang seniman untuk mendapat pemulihan, bukan pemiskinan hidup lewat kurungan,” pungkas Deolipa Yumara.**
Artikel Terkait
Inisiatif Kader Aisyiyah Berhasil Ubah Kebiasaan Konsumsi Kental Manis Anak Muaro Jambi
KAI Gelar Bedah Buku ‘Masinis yang Melintasi Badai’, Refleksi Kepemimpinan Didiek Hartantyo
TRI Hadirkan Transparansi Baru dalam Pengelolaan Royalti Musik Indonesia
Di Bawah Kepemimpinan Jenderal Sigit, Ketua PBNU Akui Ketentraman Dirasakan Masyarakat