TINEMU.COM –Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti menggelar kongres perdana Ikatan Alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti (IKA FSRD Trisakti) di Gedung P, Kampus Usakti, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (13/9/2025). Acara ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya alumni FSRD memiliki organisasi resmi dengan AD/ART, dewan pengawas, serta ketua terpilih.
Dalam forum ini, Oliver Simbolon (DKV ’95) resmi ditetapkan sebagai Ketua IKA FSRD Trisakti periode 2025-2030. Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Ketua Umum IKA Alumni Usakti sekaligus Menteri UMKM Maman Abdurrahman, politisi Yenny Wahid, dan Staf Ahli Kepresidenan Cheryl Anelia Tanjung.
“Alumni FSRD punya potensi besar untuk berkontribusi. Tidak hanya sekadar kritis, tapi juga melahirkan solusi melalui kreativitas,” ujar Yenny Wahid dalam sambutannya.
Baca Juga: Polri Gelar Forum Belajar Bersama Gandeng Prof. Mahfud MD dan Komjen Chryshnanda
Wakil Rektor III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan, Ir Yosaka Oktaviano MT, menyebut Kongres Raya Alumni FSRD Usakti 2025 ini sebagai momentum penting bagi kedewasaan organisasi.
“Untuk pertama kalinya AD/ART disahkan, dewan pengawas dipilih, dan ketua baru ditetapkan. Semoga kepengurusan baru bisa menghadirkan semangat relevan, solid, dan berdampak bagi bangsa,” katanya.
Selain kongres, acara juga dirangkai dengan talkshow bertema “peRAYAan DesaRupa: Alumni FSRD Usakti Berkarya, Indonesia Berdaya”. Lima alumni inspiratif hadir berbagi pengalaman, termasuk sutradara dan musisi Upie Guava, Ketua HDII Ranu Scarvia Ria Fitri, desainer produk Iwan Sung, pegiat lingkungan Intan Dewi Sukmawangi, serta Dekan School of Design BINUS University, Danendro Adi.
Baca Juga: Single Terbaru Saphira Adya Angkat Tema tentang Kesendirian
Dari perspektif organisasi profesi, Upie Guava menyoroti bahwa betapa pentingnya membangun desainer interior yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “HDII selalu membuka ruang bagi desainer muda. Saya ingin baik mahasiswa maupun alumni FSRD Trisakti melihat bahwa dunia interior bukan hanya soal estetika, tapi juga membangun ruang hidup yang relevan dengan masyarakat. Bekal itu sangat mungkin ditanamkan sejak di kampus, seperti yang pernah saya rasakan,” jelas Upie yang sebentar lagi akan meluncurkan film fiksi ilmiahnya, Pelangi di Mars.
“Desain produk bukan sekadar membuat sebuah produk, tapi soal bagaimana sebuah karya bisa berguna, relevan, dan berkelanjutan. Itu yang saya pelajari sejak kuliah, dan terus saya bawa dalam perjalanan profesional saya. Harapan saya, FSRD Usakti bisa terus mencetak desainer yang tidak hanya paham estetika, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman dan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Iwan Sung yang dikenal dengan desain produk bambu.
Sementara itu, Intan yang fokus pada karya seni berbahan daur ulang, memberikan perspektif tentang keberlanjutan. “Kreativitas seharusnya tidak melupakan lingkungan. Saya memilih medium recycle bukan hanya karena estetika, tapi juga sebagai sikap. FSRD Usakti punya potensi besar untuk terus mendorong mahasiswanya berpikir kritis dan peduli terhadap isu-isu global lewat karya,” ungkapnya.
Baca Juga: Nicholas Saputra Terjebak di Antara Duka dan Amarah dalam 'Tukar Takdir'
Artikel Terkait
Fariz RM Divonis 10 Bulan, Deolipa Siap Ajukan Permohonan Bebas Bersyarat
Nino Fernandez dan Aisyah Aqilla Siap Syuting WeTV Original 'Menikahi Jadi yang Kedua'
Iluni FKUI Selenggarakan KEDOKTERUN 2025 Charity Run for Cianjur
Warga Binaan Lapas Kelola Limbah Pembakaran Batu Bara dari FABA PLN