TINEMU.COM - Pusat Studi Kebumian dan Bencana (sekarang Puslit MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah melakukan kajian kandungan lithium yang ada dalam air lumpur Sidoarjo sejak 2016.
Kajian ini dilakukan dengan adsorbsi lithium dari lumpur Sidoarjo menggunakan adsorben berbasis Lithium Mangan Oksida (LMO).
Adsorben ini memiliki struktur kristal spinel yang mampu menyerap lithium. Hasil kajian ini menunjukkan kandungan lithium dengan kadar sebesar 7 hingga 15 bagian per juta.
Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si, mengatakan, lithium adalah salah satu Critical Raw Materials (CRMs) atau material kritis.
Baca Juga: Benarkah Pamungkas Menulis Lirik dari Puisi Charles Bukowski?
Dikatakan material kritis karena sulit didapatkan dan tidak memiliki pengganti, tetapi memiliki manfaat yang besar. Dosen Departemen Teknik Geofisika itu menyebutkan material kritis ini sangat diperlukan dalam pengembangan energi hijau.
Amien mengatakan salah satu kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi hijau adalah percepatan produksi kendaraan listrik. Produksi massal baterai pun dilakukan.
Meskipun Indonesia memiliki 25 persen cadangan nikel dunia sebagai bahan baku pembuatan baterai, produksi baterai juga membutuhkan lithium yang sayangnya sampai saat ini masih belum ditemukan lokasi penambangan yang menjanjikan.
Baca Juga: PBNU Putuskan Awal Rajab Jatuh Pada Kamis, 3 Februari 2022
“Penemuan potensi kandungan lithium di lumpur Sidoarjo adalah kabar baik. Tentunya sangat luar biasa jika kita bisa memanfaatkannya,” ujar Amien dikutip Tinemu.com dari website its.ac.id pada 31 Januari 2022.
Penelitian kandungan material di lumpur Sidoarjo juga dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2020 menggunakan teknik Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Teknik analisis ini digunakan untuk menentukan komposisi unsur dari berbagai logam.
Hasilnya, didapatkan lithium dengan kadar 99,26 sampai dengan 280,46 bagian per juta dan stronsium dengan kadar 255,44 sampai dengan 650,49 bagian per juta.
Baca Juga: Keren! SMK Muhammadiyah 2 Salam Terima Hibah Pesawat KR-02
Artikel Terkait
Identifikasi Risiko Stroke, Tim KKN ITS Kembangkan Website StrokIndo
ITS Kembangkan elBicare Cough Analyzer, Alat Deteksi Dini Covid-19 Melalui Batuk