“Tak dapat dimungkiri, talenta digital memang menjadi dasar dari transformasi digital. Kami berharap anak-anak akan dibekali dengan sarana untuk mengakses internet dan meningkatkan literasi digital,” kata Wang Bin.
Baca Juga: Film Nyanyian Akar Rumput: Kisah Wiji Thukul Rasa Rock 'N Roll
Menurut Wang Bin, transformasi digital ibarat angin yang membawa kita maju untuk berlayar ke timur. “Kami sadar bahwa infrastruktur teknologi dan konektivitas jaringan sangat dibutuhkan di Papua. Kedua ini akan memampukannya untuk berdaya saing seperti halnya seluruh wilayah di Indonesia,” imbuhnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, terang Wang Bin, Huawei juga menggelar acara CSR untuk panti asuhan di 14 kota di seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari komitmen I Do Huawei untuk memberikan kembali kepada komunitas dimana Huawei beroperasi.
Huawei telah menjadi bagian dari Indonesia selama lebih dari 22 tahun. Huawei berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi dan tanggung jawab sosial korporasi bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan talenta digital.
Baca Juga: Lewat Aplikasi PINTAR, Ini Cara Tukar Uang Baru di Bank Indonesia
Direktur Sekolah Dasar Kemdikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd mengatakan Literasi dan inklusi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaksanaan konsep Merdeka Belajar.
Saat ini, pada jenjang sekolah dasar masih cukup tinggi prosentase sekolah yang harus disiapkan untuk bertransformasi digital. Ragam kendala di dunia pendidikan tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tapi juga di sekolah yang berada di perkotaan.
“Saya mengapresiasi Huawei dan ini merupakan wujud kontribusi Huawei dan tanggung jawab Huawei kepada dunia pendidikan yang merupakan semangat serentak bergerak untuk mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia,” kata Sri.
Baca Juga: Opini Bandung Mawardi: Menyoal Superman, dari Hero, Sabun Mandi, dan Komik
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengatakan literasi digital adalah keniscayaan di era sekarang untuk memenuhi hak belajar, karena belajar itu bukan kewajiban tapi merupakan hak anak.
Literasi juga menjadikan anak-anak Indonesia memahami fungsi dan manfaat teknologi secara benar.
“Melalui teknologi, anak-anak dapat mengeksplorasi kecerdasan dan kreativitas. Saya berharap konektivitas segera merata sehingga teknologi di Indonesia bisa semakin inklusif. Untuk itu, kontribusi Huawei dalam rangka mewujudkan tujuan ini patut diapresiasi,” kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini.
Baca Juga: Antibodi Terbentuk 1-2 Minggu Pasca Vaksinasi, Pemudik Jangan Tunda Vaksinasi Booster!
Sementara itu, Wenseslaus Manggut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia dan CCO KLY, mengatakan kesenjangan digital masih terjadi di Indonesia.
Artikel Terkait
Siapkan Startup Berbasis AI, 2.000 Mahasiswa Ikuti Program Huawei AI Creation
Dukung Pengembangan Talenta Digital Indonesia, Huawei Raih Penghargaan
Dukung Strategi Nasional AI, Huawei Perkuat Kerja Sama dengan BRIN
Huawei dan UGM Perkuat Kolaborasi Kembangkan Talenta Digital Indonesia
Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Huawei Pacu Integrasi RAN