Ditambah, tahun 2022 ini, penawaran baru seperti layanan akselerator jaringan global (GA), layanan audio dan video secara real-time (SparkRTC), platform DevOps serba-ada untuk pengembangan software (DevCloud), dan database yang terdistribusi khusus untuk fungsi keuangan (GaussDB untuk openGauss) akan meluncur di Asia Pasifik.
Baca Juga: Kepala BMKG Dorong Komunitas Internasional Kolaborasi Bangun Sistem Peringatan Dini Handal
Solusi yang ditawarkan Huawei Cloud pun semakin kompetitif. Misalnya GA untuk mengurangi latensi end-to-end antar-negara sebesar 50%. Bermanfaat untuk aktivitas dengan tuntutan latensi rendah seperti e-sports.
SparkRTC akan menghadirkan latensi antar-benua kurang dari 200 milidetik. Selanjutnya, DevCloud. Didasari kegiatan riset dan pengembangan Huawei selama 30 tahun, DevCloud digunakan oleh lebih dari periset dan pengembang untuk kegunaan yang luas.
Terakhir, GaussDB untuk openGauss yaitu database terdistribusi yang khusus digunakan untuk fungsi keuangan, diperkuat dengan operabilitas tinggi yang terbukti dapat menghadapi skenario paling intens sekalipun.
Baca Juga: Opini Herman Syahara: Komidi Putar, antara Pesta Rakyat dan Gerak Roda Ekonomi
Hingga sekarang, Huawei Cloud telah mengoperasikan 27 Region, 65 Availability Zones (AZs), dan 2.800 node untuk content delivery network (CDN) di seluruh dunia.
Melalui kerja sama dengan lebih dari 6.000 aplikasi mitra, Huawei melayani pelanggan dari beragam industri di 170 negara dan kawasan, menyediakan lebih dari 220 layanan cloud dan lebih dari 210 solusi, serta berkontribusi terhadap transformasi digital dalam skala global.***
Artikel Terkait
Huawei dan UGM Perkuat Kolaborasi Kembangkan Talenta Digital Indonesia
Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Huawei Pacu Integrasi RAN
Huawei CSR Ramadan 2022, Tingkatkan Konektivitas dan Inklusi Digital ke Sekolah di Sorong dan Biak
Dukung Percepatan Transformasi Digital, Huawei dan GTech Bangun Kemitraan Strategis
Huawei Indonesia Donasikan Gawai bagi Siswa Program Young Genius