Keliki, Desa Berbasis Energi Baru Terbarukan

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Minggu, 18 September 2022 | 20:42 WIB
Desa Keliki, desa berbasis energi baru terbarukan di Gianyar, Bali menjadi tujuan studi ekskursi Energy Transition Working Group (ETWG) G20. (esdm.go.id)
Desa Keliki, desa berbasis energi baru terbarukan di Gianyar, Bali menjadi tujuan studi ekskursi Energy Transition Working Group (ETWG) G20. (esdm.go.id)

TINEMU.COM - Panel surya menyambut para delegasi negara-negara G20 di antara hijau padi yang membentang di Desa Keliki, Ubud, Gianyar, Bali pada awal September 2022. Desa Keliki menjadi tujuan studi ekskursi Energy Transition Working Group (ETWG) G20.

Para delegasi berkesempatan berkunjung dan melihat langsung Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Eco-Village, dan Agriculture berbasis energi baru terbarukan di Desa Keliki, salah satu Desa Energi Berdikari besutan PT Pertamina (Persero).

Di Desa Keliki, tercatat 8 titik solar PV terpasang dengan total kapasitas terpasang sebesar 28 kWp. Panel surya yang dipasang bersama oleh tim GoGerilya Kementerian ESDM, Society of Renewable Energy (SRE), dan mahasiswa Universitas Udayana, Solar PV di desa tersebut setara pengurangan emisi karbon setara 36.750 kg CO2 per tahun.

Baca Juga: Pameran Kampung Purba Tampilkan Kekayaan Sejarah Manusia

Mengalirkan air ke sawah warga, pompa air bertenaga surya berkapasitas 2,5 kWp menjadi salah satu yang menarik perhatian. Tak hanya ramah lingkungan, ini juga menjadi solusi permasalahan kekurangan air irigasi.

I Ketut Sulastra, salah seorang seorang petani Desa Keliki, mengungkapkan pompa air tenaga surya ini memberi manfaat bagi petani dalam bercocok tanam, terutama yang berada di hilir dalam menghadapi kondisi musim kering karena surutnya pengaliran air untuk irigasi ke sawah.

"Permasalahan yang ada di Desa Keliki, pada saat musim kering yang mana airnya kecil dari hulu, kemudian itu tidak sampai ke bawah membuat bercocok tanam mengalami kendala hingga terlama bisa 2 sampai 3 minggu. Sekarang lancar," ujar I Ketut Sulastra menjelaskan kepada delegasi.

Baca Juga: Perkuat Kesepakatan Jaga Polusi Suara Guna Keharmonisan di Desa Canggu

Tak hanya itu, selain untuk memenuhi kebutuhan pengairan, air dari sumber tersebut juga dimanfaatkan untuk air minum warga.

"Di samping itu juga kebutuhan air ini untuk air minum. Biasanya diambil dengan membawa jerigen yang kecil," tambahnya.

Kepala Desa (Perbekel) Keliki, I Ketut Wita, menambahkan bahwa semangat pemuda dalam memberikan bantuan membangun irigasi sawah yang terdiri dari tujuh subak ini juga menular ke warganya.

Baca Juga: Pemerintah Percepat Salurkan BLT-BBM, Target Minggu Ini 90 Persen

"Semua pihak membantu, bersemangat dan bergotong royong dalam membangaun Desa Energi Berdikari," ujarnya.

I Ketut Wita berharap Keliki bisa membuat bangga Indonesia dengan kunjungan para delegasi G20 dan semakin dikenal di seluruh dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: esdm.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X