Kemenag Siapkan 1.000 Beasiswa Non Gelar untuk Guru Agama, Simak Cara Daftarnya

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 18 Oktober 2022 | 08:50 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 1.000 beasiswa non gelar untuk guru agama dan pengawas pendidikan agama. (kemenag.go.id)
Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 1.000 beasiswa non gelar untuk guru agama dan pengawas pendidikan agama. (kemenag.go.id)

TINEMU.COM - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran beasiswa non gelar bagi guru agama dan pengawas pendidikan agama. Beasiswa juga diberikan kepada pengembang teknologi pembelajaran dan pegawai Kementerian Agama.

“Untuk angkatan pertama, kami siapkan 1.000 kuota beasiswa non gelar untuk tahun 2022. Ini menjadi bagian dari program Beasiswa Indonesia Bangkit,” terang Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie di Jakarta pada Selasa, 11 Oktober 2022.

Menurut Anna, Program Non-Gelar ini mengusung tema ‘Peningkatan Kompetensi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan’. Program beasiswa non gelar ini bertujuan memberikan penguatan penguasaan teknologi bagi para penerima beasiswa untuk merancang dan mengembangkan pembelajaran modern.

Baca Juga: PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono: Balaikota Siap Buka Lagi Posko Pengaduan Masyarakat! Keren

Ada dua indikator capaian pembelajaran yang diharapkan dari program ini. Pertama, peserta program memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan memanfaatkan kerangka kerja TPACK (Technology, Pedagogy, and Content Knowledge) untuk merancang dan mengembangkan model pembelajaran modern abad 21.

Kedua, peserta program memiliki kompetensi keterampilan literasi teknologi dan sertifikasi penguasaan teknologi pendidikan untuk merancang dan menerapkan pembelajaran modern abad 21.

Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amrullah menambahkan, program perkuliahan ini akan berlangsung selama 12 minggu atau tiga bulan. Biaya SPP serta Sertifikasi L1 dan L2 ditanggung oleh Program Beasiswa Indonesia Bangkit Kementerian Agama.

Baca Juga: Semar UGM Borong Dua Juara di Shell Eco Marathon 2022

“Setiap bulan, peserta program akan mendapat beasiswa berupa biaya hidup sebesar satu juta empat ratus ribu rupiah dan bantuan biaya paket data sebesar seratus lima puluh ribu rupiah,” jelasnya.

“Evaluasi peserta dilakukan setiap akhir bulan untuk melihat tingkat keaktifan dan pencapaian. Jika tidak memenuhi minimal 70 % maka beasiswa akan dihentikan dan diberikan sanksi administratif,” sambung Amrullah.

Program beasiswa Non-Gelar ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pradita University (https://pradita.ac.id). Mekanismenya melalui belajar mandiri dan daring.

Baca Juga: DJI Osmo Action 3, Kamera Aksi dengan Segudang Fitur Andal

Adapun kurikulumnya terdiri atas:

1. Pelatihan Digital dan Growth Mindset dan Digital Education Soft Skill (4 minggu),

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X