Jadi Dosen Praktisi di UGM, Prilly Latuconsina Bicara Soal Relasi Media dan Selebritas

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 10 November 2022 | 17:16 WIB
Aktris Prilly Latuconsina berbicara mengenai relasi media dan selebritas saat menjadi Dosen Praktisi di Universitas Gadjah Mada (UGM).  (Humas UGM/Firsto)
Aktris Prilly Latuconsina berbicara mengenai relasi media dan selebritas saat menjadi Dosen Praktisi di Universitas Gadjah Mada (UGM). (Humas UGM/Firsto)

TINEMU.COM - Aktris Prilly Latuconsina kembali menjadi dosen praktisi di UGM pada Kamis, 10 November 2022. Saat mengajar, Prilly berbicara soal relasi media dan selebritas.

Sebelumnya, Prilly Latuconsina mengisi kelas Kajian Selebritas di Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM pada September 2022. Kini, Prilly kembali mengajar mata kuliah yang sama.

Prilly Latuconsina menjadi dosen praktisi melalui Program Praktisi Mengajar, bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudrsitek. Ia dijadwalkan mengajar di UGM sebanyak dua kali pertemuan.

Baca Juga: Empat Ilmuwan Terima Penghargaan Habibie Prize 2022

Selama dua jam, Prilly menyampaikan materi terkait pola relasi media dengan selebritas. Ia membagikan pengalamannya dalam berhubungan dengan media dan bagaimana ketika nantinya bekerja dengan selebritas, khususnya saat mengelola krisis.

Prilly mengatakan bahwa media dan selebritas memiliki hubungan sangat erat dan saling memanfaatkan satu sama lain. Selebritas menyediakan konten bagi media dan media memberikan publisitas untuk selebritas.

“Media jadi wadah dan tempat bagi selebritas untuk tumbuh, merintis karir meraih popularitas. Sementara media membutuhkan selebritas dengan popularitas tinggi untuk meningkatkan engagement dengan audiensnya,” jelasnya.

Baca Juga: Kurangi Risiko Kematian, Segera Booster Vaksinasi Covid-19

Ia menjelaskan di era media baru memberikan peluang bagi siapa saja untuk menjadi selebritas. Lalu, infotainment mempunyai nilai berita dan paparan tinggi yang dinilai mampu memuat fakta dan edukasi untuk audiens secara luas karena tayang di TV nasional.

Lebih lanjut ia memaparkan tentang bagaimana cara kerja mengelola krisis selebritas yang menjadi penting karena seseorang dengan status selebritas sangat rawan dengan krisis. Selebritas harus bisa memitigasi risiko yang disebabkan oleh krisis.

“Kalau saat krisis yang harus jaga emosi dan kontrol diri. Ini butuh tim publicis yang menenangkan dimana saat krisis tim ini yang kerja, tapi kalau di Indonesia dilakukan sendiri beda dengan di luar negeri ada tim yang gerak,” paparnya.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-35 Tahun 2022

Saat krisis selebritas, mengumpulkan fakta-fakta baik terkait selebritas yang tengah mengalami krisis sangat penting dilakukan. Berikutnya tetap berhubungan baik dengan media agar dapat dengan mudah membuat berita baik dengan konten maupun konferensi pers.

Tak kalah penting, menjadi apa adanya agar audiens mempunyai relativitas dan dapat bersimpati dengan kondisi sebenarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X