PB ESI Bahas Fenomena Disrupsi Web 3.0 bagi Perkembangan Ekosistem Esports

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 7 Februari 2023 | 09:26 WIB
Suasana diskusi yang digelar PB ESI membahas fenomena disrupsi Web 3.0 bagi perkembangan ekosistem esports. (PB ESI)
Suasana diskusi yang digelar PB ESI membahas fenomena disrupsi Web 3.0 bagi perkembangan ekosistem esports. (PB ESI)

TINEMU.COM - Disrupsi dalam dunia teknologi informasi terus bergulir. Kini hadir sebuah ekosistem internet yang bebas, demokratis, dan terdesentralisasi, yang juga dikenal dengan nama Web 3.0, blockchain, kripto, non-fungible token (NFT), dan lain-lain.

Sadar akan perkembangan industri, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) bersama anak-anak bangsa berkecimpung dalam Web 3.0 mendiskusikan dampak, tantangan, dan peluang yang dihadirkan Web 3.0 bagi pengembang, komunitas, serta pemain gim.

Diskusi yang digelar di Kantor Pusat PB ESI pada Senin, 6 Februari 2023 tersebut menghadirkan Co-Founder & COO Good Games Guild Wilsen Tiomajaya, CEO Battle of Guardians Alexander Lim, dan content creator Kapten Liong.

Baca Juga: Kasus Diabetes Pada Anak Meningkat, Cegah dengan Membatasi Konsumsi Makanan Manis

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi PB ESI, Ashadi Ang, mengatakan bahwa PB ESI senantiasa melakukan observasi dan antisipasi terhadap beragam dinamika yang tinggi agar terus mampu menghadirkan kebijakan yang akomodatif bagi pengembangan dan kemajuan prestasi esports tanah air.

“Salah satunya adalah konsep-konsep dasar dan teknis Web 3.0. Untuk itu, kami menyambut baik antusiasme komunitas esports untuk menyelenggarakan forum-forum edukatif guna berdiskusi dan membahas topik-topik yang sedang hangat diperbincangkan di ekosistem,” ujar Ashadi pada Senin (6/2/2023).

PB ESI juga berpesan kepada anak bangsa yang berada di lini terdepan ekosistem Web 3.0 agar menciptakan peluang yang lebih besar bagi talenta-talenta lokal untuk berkarya di panggung global.

Baca Juga: Terinspirasi Coelho, Narativv Hadirkan Nuansa New Wave

Staf Khusus Kesekjenan Bidang Komunikasi dan Pengembangan Industri Kreatif Esports PB ESI, Debora Imanuella, yang memimpin jalannya diskusi menjelaskan bahwa PB ESI juga memantau fenomena-fenomena baru yang memengaruhi industri gim dan khususnya esports.

Web 3.0 diyakini sebagai salah satu disrupsi yang mampu mengubah cara orang bermain dan berkompetisi secara signifikan, sehingga perkembangannya terus diamati dengan saksama.

Adapun Good Games Guild merupakan penyedia dan fasilitator komunitas sekaligus inkubator gim berbasis Web 3.0 yang telah berhasil menjangkau audiens mancanegara.

Baca Juga: Inilah Lirik Lagu 'Bawalah Aku Pergi', Single Terbaru Rossa yang Jadi OST ‘Mantan Tapi Menikah’

Chief Operating Officer (COO) Good Games Guild Wilsen Tiomajaya menjelaskan, edukasi dan permodalan adalah dua tantangan utama yang dihadapi oleh pengembang gim yang berada di ranah Web 3.0.

“Kami perlu mengadakan diskusi yang lebih intensif dengan pasar, investor, serta regulator untuk menerangkan manfaat dan kesempatan yang begitu luas yang dapat tercipta dengan adanya Web 3.0,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: PB ESI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X