Simthud-Durar, Kitab Maulid Habib Ali Al-Habsyi yang Dibaca Muslim Seluruh Dunia

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Minggu, 1 Januari 2023 | 17:05 WIB
Foto dari khaskempek.com
Foto dari khaskempek.com

TINEMU.COM - Banyak keistimewaan dan keberkahan dalam Mawlid ini. Berikut dikisahkan dari buku manaqib Al Arif Billah Al Qutb Al Allamah Al Musnid AL Hafizh Habib Ali Al-Habsyi tentang penulisan kitab mulia ini.

Ketika usia Habib Ali Al Habsyi menginjak 68 tahun, ia menulis kitab maulid yang diberinya nama Simtud Durar.

Pada hari Kamis 26 Shafar 1327 H, Habib Ali Al Habsyi mendiktekan paragraf awal dari Maulid Simthud-Durar setelah memulainya dengan bacaan basmalah.

Ia kemudian memerintahkan agar tulisan itu dibacakan kepada beliau. Setelah pendahuluan yang berupa khutbah itu dibacakan, beliau berkata, “Insya Allah aku akan segera menyempurnakannya. Sudah sejak lama aku berkeinginan untuk menyusun kisah maulid.

Sampai suatu hari anakku Muhammad datang menemuiku dengan membawa pena dan kertas, kemudian berkata kepadaku, ‘mulailah sekarang.’ Aku pun lalu memulai-nya.”Kemudian dalam majelis lain beliau mendiktekan maulidnya:

Pada hari Selasa, awal Rabi’ul Awwal 1327 H, ia memerintahkan lagi agar maulid yang telah beliau tulis sampai tahap itu dibaca. Kemudian pada malam Rabu, 9 Rabi’ul Awwal, setelah maulid itu disempurnakan, beliai mulai membaca maulidnya di rumah beliau.

Baca Juga: Kharamah Habib Ali Alhabsyi: Bisa Dengar Suara Tasbih dari Benda-benda Mati

Beliau berkata, “Maulid ini sangat menyentuh hati (saya), karena baru saja selesai tersusun.”

Pada hari Kamis, 10 Rabi’ul Awwal beliau menyempurnakannya lagi. Pada malam Sabtu, 12 Rabi’ul Awwal 1327 H, beliau membaca maulid tersebut di rumah muridnya, Sayyid ‘Umar bin Hamid as-Saggaf.

Sejak hari ituHabib Ali Al-Habsyi sendiri kemudian membaca maulid Simthud Durar itu. Sebelumnya ia selalu membaca maulid ad-Diba’i.

Maulid Simthud-Durar yang agung ini kemudian mulai tersebar luas di Seiwun, juga di seluruh Hadhramaut dan tempat-tempat lain yang jauh. Maulid ini juga sampai ke Haramain yang mulia, Indonesia, Afrika, Dhafar dan Yaman.

Ringkasnya, maulid Simthud Durar pertama kali dibaca di rumah Habib ‘Ali, kemudian di rumah muridnya, Habib ‘Umar bin Hamid. Para sahabat beliau kemudian meminta agar Habib ‘Ali membaca maulid itu di rumah-rumah mereka.

Ia berkata kepada mereka, “Selama bulan ini, setiap hari aku akan membaca Maulid Simthud-Durar di rumah kalian secara bergantian.

Tanggal 27 Sya’ban 1327 H, Sayyid Hamid bin ‘Alwi Al-Bar akan pergi ke Madinah Al-Munawwarah membawa satu naskah maulid Simthud-Durar yang akan dibacanya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X